-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Biadab! Pembantai Gajah Sumatera di Riau Ditangkap, Gading Dipotong Usai Ditembak di Dahi

02 March 2026 | March 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T05:44:10Z

Temuan bangkai gajah tanpa kepala di Desa Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. (dok. BBKSDA Riau)



D'On, PEKANBARU — Aksi keji terhadap satwa dilindungi kembali mengguncang Riau. Polisi akhirnya meringkus terduga pelaku pembunuhan seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang ditemukan mengenaskan dengan bagian kepala terpotong di kawasan konsesi hutan tanaman industri, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.


Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, membenarkan penangkapan tersebut. Sejumlah barang bukti turut diamankan, mulai dari potongan gading, senjata api laras panjang, hingga peluru yang diduga digunakan untuk mengeksekusi satwa langka itu.


“Insyaallah hari Selasa (3 Februari) besok akan kami ekspos terkait kematian atau pembunuhan atau penembakan terhadap gajah ini,” ujar Herry, Minggu (1/3/2026), seperti dilansir Antara.


Ia menegaskan, kasus ini tidak akan berhenti pada pelaku lapangan semata.
“Setiap jejak meninggalkan cerita, dan setiap cerita meninggalkan bukti. Kami akan usut tuntas hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.


Ditembak di Dahi, Gading Dirampas


Temuan di lapangan mengungkap fakta mengerikan. Tim gabungan Polda Riau, Polres Pelalawan, dan BBKSDA Riau menemukan dua proyektil peluru di sekitar bangkai gajah. Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau, AKBP Ungkap Siahaan, menyebut dua potongan logam diduga kuat sebagai anak peluru senjata api.


Hasil uji awal menunjukkan logam tersebut positif mengandung timbal (lead), tembaga/kuningan, serta residu mesiu—indikasi kuat adanya penembakan.


Sementara itu, dokter hewan BBKSDA Riau, drh Rini Deswita, mengungkapkan bahwa gajah malang itu ditembak tepat di bagian dahi. Proyektil ditemukan masih bersarang di tengkorak.


“Gajah ditembak di bagian dahi. Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher,” jelasnya.


Bagian depan kepala termasuk dahi, mata, hidung, hingga gading dipotong menggunakan senjata tajam. Belalai juga ditemukan terpisah. Pelaku diduga sengaja memotong setengah bagian kepala untuk mengambil gading yang panjangnya lebih dari satu meter.


“Jadi sebenarnya bukan kepala yang hilang, tetapi dipotong setengah bagian menggunakan senjata tajam untuk mengambil gading,” ungkap Rini.


Satwa Dilindungi, Usia Lebih 40 Tahun


Gajah tersebut memiliki panjang tubuh sekitar 286 sentimeter dan diperkirakan berumur lebih dari 40 tahun. Ia merupakan bagian dari kantong gajah Tesso Tenggara, habitat penting bagi populasi gajah sumatera yang kini terancam punah.


Diperkirakan satwa itu telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Setelah pemeriksaan selesai, bangkai gajah dikuburkan di lokasi.


Kasus ini kembali membuka borok perburuan liar di Riau, wilayah yang selama ini menjadi salah satu habitat terakhir gajah sumatera di Indonesia. Praktik ilegal demi gading bernilai tinggi itu terus mengancam kelangsungan spesies yang statusnya kritis.


Kini publik menunggu, apakah pengungkapan ini akan benar-benar membongkar jaringan perdagangan gading di balik pembantaian satwa dilindungi tersebut atau kembali berhenti pada satu dua pelaku di lapangan.


(Mond)


#Peristiwa #Hukum #Daerah #Pekanbaru #GajahDitembak

×
Berita Terbaru Update