-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Update Korban Dugaan Keracunan Massal yang Guncang Sungai Rumbai, Kini 127 Pelajar Jalani Perawatan

05 February 2026 | February 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T10:50:21Z

Update Korban Dugaan Keracunan MBG di Dharmasraya kini Menjadi 127 Siswa



D'On, Dharmasraya - Gelombang kepanikan melanda dunia pendidikan di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, setelah ratusan pelajar dilaporkan mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan. Hingga Rabu (4/2/2026) petang, sebanyak 127 pelajar tercatat terdampak dalam peristiwa dugaan keracunan makanan yang kini masih dalam penyelidikan intensif.


Para siswa mengeluhkan gejala yang hampir seragam, mulai dari mual hebat, pusing, nyeri perut, hingga gangguan pencernaan, yang memaksa pihak sekolah dan tenaga kesehatan bergerak cepat. Puluhan siswa sempat dilarikan ke Puskesmas Sungai Rumbai dan sejumlah rumah sakit rujukan, menciptakan situasi darurat yang menyita perhatian publik.


Berdasarkan data resmi yang dihimpun hingga pukul 18.00 WIB, SMAN 1 Sungai Rumbai menjadi sekolah dengan jumlah korban terbanyak. Dari total 127 siswa terdampak, 118 orang telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sementara enam siswa masih dirawat intensif di rumah sakit dan tiga lainnya berada dalam pemantauan ketat di puskesmas.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yosta Defina, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menarik kesimpulan terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Ia menyebutkan, berbagai kemungkinan masih terbuka.

 

“Kami belum bisa memastikan apakah ini murni keracunan makanan atau dipengaruhi faktor lain. Semua masih menunggu hasil uji laboratorium,” ujar Yosta.


Sebagai langkah awal, sampel makanan yang diduga dikonsumsi para siswa telah diamankan dan dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan serta Balai BPOM di Padang. Hasil pengujian tersebut akan menjadi kunci untuk mengungkap sumber masalah dan menentukan langkah lanjutan.


Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman, memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan, melibatkan Dinas Kesehatan, pihak sekolah, rumah sakit, hingga puskesmas.

 

“Fokus utama kami adalah keselamatan dan pemulihan para siswa. Kami pastikan seluruh fasilitas kesehatan memberikan pelayanan maksimal,” tegasnya.


Peristiwa ini juga berdampak langsung pada keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Menyikapi kejadian itu, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dharmasraya Sungai Rumbai.


Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 297/D.TWS/02/2026 tertanggal 4 Februari 2026, sebagai langkah preventif sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lanjutan.


Penghentian sementara ini bertujuan memastikan keamanan pangan serta keselamatan penerima manfaat, sekaligus mencegah kemungkinan kejadian serupa terulang.


Hingga kini, masyarakat Sungai Rumbai masih menanti jawaban pasti atas insiden yang mengguncang tersebut, sementara aparat dan instansi terkait terus berpacu dengan waktu untuk mengungkap penyebab dan memastikan situasi kembali aman.


(Mond)


#Peristiwa #Keracunan #MBG #Daerah #KabupetenDharmasraya
×
Berita Terbaru Update