-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film “Tirai Jagal” yang Viral di X

24 February 2026 | February 24, 2026 WIB Last Updated 2026-02-24T07:17:30Z

Ilustrasi 



D'On, Jakarta - Media sosial X kembali diguncang oleh pengakuan mengejutkan dari seorang remaja berusia 17 tahun yang mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual dalam proses casting film berjudul Tirai Jagal. Kasus ini menyeret seorang sosok berinisial E, yang dikenal sebagai pengusaha muda, motivator, trainer profesional, sekaligus pendiri dan CEO ER Group.


Pengakuan korban memicu gelombang reaksi publik. Tak hanya satu suara, beberapa akun lain ikut angkat bicara dan mengaku mengalami hal serupa.


Berikut kronologi lengkap yang dihimpun dari utas korban dan perkembangan di media sosial.


Awal Mula: Casting yang Terlihat Profesional



Kasus ini bermula pada 22 Februari, ketika A (17) membagikan utas panjang di X tentang pengalamannya mengikuti casting film bergenre thriller tersebut.


A awalnya mengetahui informasi casting dari sebuah unggahan yang beredar melalui agensi. Ia kemudian mengirimkan comcard ke nomor WhatsApp yang tertera dalam pengumuman. Belakangan, A baru menyadari bahwa nomor tersebut ternyata bukan milik tim casting resmi, melainkan langsung milik sang sutradara.


Tak lama setelah mengirimkan data, A diundang untuk mengikuti casting secara offline.


Sebelum hari pertemuan, muncul kejanggalan pertama. Sutradara tersebut mengirimkan foto-foto A yang diambil dari akun Instagram pribadinya, termasuk foto saat berada di pantai. Tindakan ini membuat A merasa tidak nyaman, namun ia tetap melanjutkan proses karena menganggap informasi casting berasal dari agensi yang memiliki reputasi profesional.


Suasana Eksklusif dengan Aturan Ketat


Saat hari casting tiba, suasana dibuat tampak profesional dan eksklusif. Para talent mendapatkan fasilitas makanan, ruang VIP, serta perlakuan yang terkesan serius.


Namun di balik itu, terdapat sejumlah aturan yang dinilai janggal:

  • Talent tidak diperbolehkan pulang sebelum waktu yang ditentukan.
  • Dilarang berinteraksi dengan lawan jenis.
  • Sebelum meninggalkan lokasi, peserta diminta membuat video review untuk memuji produser dan sutradara.


Empat hari kemudian, A mendapat kabar bahwa ia dinyatakan lolos casting. Namun, peran yang ditawarkan disebut memiliki unsur sensual.


A langsung menegaskan batasannya. Ia menyampaikan tidak bersedia melakukan adegan yang membuatnya tidak nyaman atau melanggar prinsip pribadinya.


Percakapan Mengarah pada Hal Tidak Pantas


Setelah dinyatakan lolos, komunikasi antara A dan sutradara semakin intens. Situasi mulai berubah.


Sutradara disebut mengirimkan video referensi adegan yang bernuansa dewasa, serta pesan-pesan yang mengarah pada imajinasi adegan sensual. Ia meminta A membayangkan pose tertentu dan menanyakan hal-hal yang bersifat sangat pribadi, termasuk ukuran pakaian dalam.


Ketika A mengatakan tidak memiliki dress putih yang diminta untuk adegan, sang sutradara bahkan menawarkan untuk membelikannya.


A sempat mengirim beberapa foto dengan syarat wajah tidak terlihat dan tetap dalam batas aman. Namun kemudian ia merasa menyesal dan menghapusnya.


Komunikasi juga disebut dilakukan hampir setiap hari dengan alasan membangun “chemistry”. Tersirat tekanan bahwa talent yang tidak mengikuti arahan berpotensi tidak dipilih atau digantikan.


Dalam utasnya, A mengaku merasa takut, tertekan, dan bingung. Ia berada dalam posisi sulit antara menjaga peluang karier dan mempertahankan batas pribadinya.


Orang Tua Turun Tangan


Saat pembahasan kontrak dimulai, orang tua A ikut terlibat langsung. Mereka menegaskan kesepakatan terkait honor dan memastikan tidak ada adegan yang melanggar batas pribadi anak mereka.


Namun berbagai kejanggalan yang telah terjadi membuat keluarga A merasa situasi tidak aman.


Akhirnya, dengan dukungan penuh orang tua, A memutuskan mundur dari proyek tersebut.


Tak lama kemudian, ia mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan sang sutradara sebagai bukti. Isi pesan-pesan tersebut memicu kemarahan publik karena dinilai tidak pantas, terlebih A masih di bawah umur.


Korban Lain Mulai Bersuara


Setelah utas A viral, muncul akun lain yang mengaku sebagai korban.


Salah satu akun X menyatakan bahwa pelaku merupakan orang yang menulis film tersebut dan mengaku pernah mengalami perlakuan serupa.


Pengakuan ini memperkuat dugaan bahwa kasus tersebut bukan insiden tunggal.


Klarifikasi Agency Artis Indonesia (AAI)


Di tengah polemik, akun Instagram @agencyartisindonesia mengunggah klarifikasi dari Donis, pemilik Agency Artis Indonesia (AAI).


AAI menyatakan bahwa dalam proyek film bergenre gore tersebut, mereka hanya bertindak sebagai pihak kedua yang membantu pencarian dan seleksi talent secara profesional sesuai kebutuhan produksi.


AAI menegaskan bahwa dugaan tindakan tidak pantas yang viral berada di luar sepengetahuan dan keterlibatan mereka.


Mereka juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada pihak yang merasa dirugikan, serta berjanji akan melakukan evaluasi dan memperketat standar seleksi dan koordinasi.


Klarifikasi Sutradara dan Hilangnya Akun


Sutradara yang dituding sempat mengunggah video klarifikasi. Namun menurut A, isi video tersebut tidak sesuai dengan pengalamannya dan justru menampilkan potongan percakapan yang membingungkan publik.


Tak lama setelah polemik meluas, akun Instagram sutradara tersebut diketahui telah dihapus.


Sorotan Publik: Casting dan Kerentanan Remaja


Kasus ini memunculkan kembali perbincangan tentang:

  • Kerentanan remaja dalam industri hiburan
  • Pentingnya pendampingan orang tua
  • Transparansi proses casting
  • Mekanisme perlindungan hukum bagi korban di bawah umur


Banyak warganet mendesak agar kasus ini ditindaklanjuti secara hukum agar tidak ada korban lain di kemudian hari.


Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri hiburan, terdapat risiko yang harus diwaspadai terutama bagi talenta muda yang sedang merintis karier.


(T)


#PelecehanSeksual #Kriminal

×
Berita Terbaru Update