-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gerak Cepat Pemkab Dharmasraya: 64.000 Liter Air Bersih Mengalir di Tengah Kemarau, Harapan Warga IV Koto Pulau Punjung

22 February 2026 | February 22, 2026 WIB Last Updated 2026-02-22T10:02:39Z


Gerak Cepat Pemkab Dharmasraya: 64.000 Liter Air Bersih Mengalir di Tengah Kemarau, Harapan Warga IV Koto Pulau Punjung



D'On, DHARMASRAYA — Kemarau yang berkepanjangan perlahan mengubah ritme kehidupan warga di Nagari Empat Koto, Kecamatan Pulau Punjung. Sumur-sumur yang biasanya menjadi sumber kehidupan mulai mengering. Ember dan jeriken berjejer di depan rumah, menunggu air yang tak kunjung datang. Di tengah kondisi itu, harapan hadir dalam bentuk deru mesin truk tangki yang memasuki jorong-jorong terdampak.


Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak cepat. Bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumbar, Pemkab menyalurkan 16 tangki air bersih per hari, masing-masing berkapasitas 4.000 liter. Artinya, sebanyak 64.000 liter air bersih didistribusikan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Distribusi dilakukan selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (21–22 Februari 2026), dengan dua unit truk tangki yang masing-masing melakukan delapan kali perjalanan setiap harinya. Di setiap titik pemberhentian, warga telah menanti dengan wadah seadanya dari galon bekas hingga drum plastik besar.


Sumur Mengering, Beban Bertambah


Dalam beberapa pekan terakhir, sebagian warga terpaksa membeli air dengan harga lebih mahal atau berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air dari sumber alternatif. Kondisi ini tentu menambah beban, terutama di bulan Ramadan, ketika kebutuhan air untuk memasak sahur dan berbuka, berwudhu, hingga membersihkan rumah meningkat.


“Kalau hujan belum turun dengan intensitas yang memadai dalam dua hari ini, kami akan mengusulkan pembangunan unit penampungan serta sistem penyaluran air portabel di sejumlah titik strategis,” ujar Rahmatsyah Rangkuti, Sekretaris Dinas PUPR Dharmasraya, mewakili Kepala Dinas PUPR Zakirman.


Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bentuk antisipasi agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada distribusi tangki air.


Koordinasi Intensif Hingga Bantuan Terealisasi


Rahmatsyah menjelaskan, bantuan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dengan BPBPK Sumbar. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terjaga, terlebih dalam suasana Ramadan yang menuntut kesiapan fisik dan spiritual masyarakat.


Empat jorong menjadi prioritas penyaluran, yakni Jorong Pulau Punjung, Jorong Tanjung Limau, Jorong Padang Duri, dan Jorong Ranah Pulau Punjung. Titik-titik ini dipilih berdasarkan laporan kondisi sumur warga yang mulai mengering akibat hampir satu bulan minim hujan.


Proses distribusi di lapangan turut diawasi langsung oleh Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, bersama Camat Pulau Punjung, Erik Harja. Pengawasan dilakukan guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.


Air sebagai Penopang Ibadah dan Kehidupan


Bagi warga, air yang datang bukan sekadar cairan untuk mengisi ember. Ia menjadi penopang aktivitas sehari-hari: memasak, minum, mandi, mencuci, hingga berwudhu. Di bulan Ramadan, keberadaan air bersih menjadi kebutuhan yang tak tergantikan.


“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sudah hampir satu bulan hujan tidak turun dengan intensitas yang cukup. Kalaupun turun, belum mampu mengisi kembali sumur-sumur warga,” ungkap Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung.


Ia menyampaikan terima kasih atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan dukungan pemerintah pusat melalui BPBPK Sumbar. Di tengah keterbatasan, sinergi antarinstansi dinilai menjadi kunci agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.


Menanti Hujan, Menjaga Harapan


Meski distribusi air bersih berjalan, warga tetap menanti satu hal yang tak bisa dipercepat oleh kebijakan apa pun: turunnya hujan dengan intensitas memadai. Hujan yang diharapkan bukan sekadar membasahi tanah, tetapi menghidupkan kembali sumur-sumur yang menjadi sumber utama air masyarakat.


Sementara itu, Pemkab Dharmasraya memastikan akan terus memantau kondisi lapangan dan siap mengambil langkah lanjutan jika kemarau berlanjut. Bagi warga IV Koto Pulau Punjung, setiap tetes air yang mengalir hari ini bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga tentang rasa diperhatikan dan dihadirkan negara di tengah kesulitan.


Di tengah panas yang menyengat dan sumur yang mengering, 64.000 liter air per hari menjadi simbol kepedulian bahwa di saat genting, pemerintah tak tinggal diam.


(Papa Juan)


#Daerah #Dharmasraya #Kemarau

×
Berita Terbaru Update