-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anggota Satpol PP Tewas Dibacok ODGJ Saat Proses Evakuasi, Luka Parah di Leher Jadi Penyebab Kematian

03 February 2026 | February 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T10:00:46Z

Satpol PP Kebumen Meninggal Dibacok ODGJ Ngamuk



D'On, KEBUMEN – Tragedi kemanusiaan terjadi di Dukuh Krajan, Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen berinisial MF meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan oleh seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk saat proses evakuasi, Senin (2/2/2026) siang.


Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, ketika MF bersama tim gabungan tengah membantu pihak Puskesmas Alian mengevakuasi seorang ODGJ bernama Ruwadi dari dalam rumahnya. Evakuasi dilakukan lantaran ODGJ tersebut dilaporkan meresahkan warga dan membahayakan lingkungan sekitar.


Kronologi Kejadian: Evakuasi Berujung Petaka


Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, menjelaskan bahwa sejak awal proses evakuasi sudah dihadapkan pada situasi berisiko tinggi. ODGJ tersebut mengunci diri di dalam rumah dan menolak keluar, sehingga tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, tenaga kesehatan, dan aparat desa melakukan pendekatan persuasif.


Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah dilakukan musyawarah, tim akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu rumah demi menyelamatkan yang bersangkutan dan mencegah potensi bahaya yang lebih besar.


“ODGJ tersebut berada di dalam rumah yang dikunci dari dalam. Atas kesepakatan tim, pintu didobrak oleh salah satu anggota Koramil agar proses evakuasi bisa dilakukan,” ujar Ira dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).


Situasi berubah drastis setelah pintu berhasil dibuka. ODGJ tersebut tiba-tiba keluar sambil membawa sejumlah senjata tajam, di antaranya celurit, linggis, dan parang. Kondisi menjadi tidak terkendali ketika pelaku langsung bertindak agresif dan menyerang petugas.


Korban Diserang Saat Berada di Dekat Pelaku


Petugas gabungan berusaha melumpuhkan dan melucuti senjata pelaku, namun upaya tersebut tidak berhasil. Dalam kondisi kalut, pelaku justru mengejar sejumlah petugas yang berada di lokasi.


Nahas, MF yang berada di posisi paling dekat dengan pelaku menjadi sasaran serangan. Ia mengalami luka parah di bagian leher sebelah kiri akibat sabetan senjata tajam.


“Ada dua personel yang terluka. Satu dari Koramil (TNI) dan satu lagi rekan kami dari Satpol PP,” jelas Ira.


Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Korban Tak Tertolong


Usai kejadian, MF segera mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Alian sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Jenderal Soedirman (RSDS) Kebumen. Tim medis telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan korban.


Namun, luka yang dialami korban tergolong sangat serius. Setelah menjalani penanganan intensif, MF dinyatakan meninggal dunia.


“Rekan kami mengalami luka berat di leher sebelah kiri. Sudah diberikan pertolongan pertama dan langsung dirujuk ke RSDS, tetapi nyawanya tidak tertolong,” kata Ira dengan nada duka.


Duka Mendalam dan Evaluasi Prosedur Evakuasi


Jenazah MF telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Kebumen. Kepergian MF meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sejawat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen.


Tragedi ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi petugas lapangan, khususnya dalam penanganan ODGJ yang berpotensi membahayakan. Pemerintah daerah diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP), termasuk pengamanan, perlindungan petugas, serta koordinasi lintas sektor dalam evakuasi ODGJ.


Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pendekatan kesehatan mental yang lebih komprehensif, agar kejadian serupa tidak kembali merenggut nyawa aparat maupun masyarakat sipil.


(L6)


#Daerah #Kebumen #PolPP #Peristiwa #ODGJ

×
Berita Terbaru Update