-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aksi Pungutan Liar Bermodus Parkir di Depan PT Incasi Raya Viral, Tiga Pria Diamankan Tim Klewang Polresta Padang

20 February 2026 | February 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T05:55:18Z

Aksi Pungutan Liar Bermodus Parkir di Depan PT Incasi Raya Viral, Tiga Pria Diamankan Tim Klewang Polresta Padang



D'On, PADANG — Praktik pungutan liar (pungli) bermodus parkir di depan gerbang PT Incasi Raya, kawasan Bypass, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, akhirnya berujung penindakan. Tiga pria yang diduga terlibat diamankan Tim Klewang Polresta Padang setelah video aksi mereka viral di media sosial dan memicu gelombang keluhan dari para sopir truk.


Penindakan dilakukan pada Rabu sore (18/2/2026) dan dipimpin langsung oleh Aiptu David Rico Darmawan, yang akrab disapa David WW. Tim bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat yang diperkuat dengan beredarnya rekaman video berdurasi sekitar satu menit di Facebook.


Dalam video tersebut, tampak dua pria menghampiri sopir truk yang hendak masuk ke area perusahaan untuk membongkar muatan. Keduanya diduga meminta sejumlah uang dengan dalih biaya parkir. Nominal yang diminta bervariasi, antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu untuk setiap kendaraan.


Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, mengatakan pihaknya tidak menunggu lama untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Menurutnya, laporan masyarakat menjadi dasar utama bergeraknya aparat ke lokasi.


“Begitu informasi kami terima dan video itu beredar luas, Tim Klewang langsung menuju tempat kejadian perkara. Di lokasi, petugas mendapati dua orang yang sedang beraktivitas sebagai juru parkir dan langsung diamankan untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).


Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya diduga secara rutin meminta uang kepada sopir truk yang hendak masuk untuk bongkar muatan. Praktik itu disebut berlangsung dengan alasan pengaturan parkir, meski legalitas pungutan tersebut dipertanyakan.


Tak hanya dua orang, seorang pria lainnya juga turut diamankan untuk kepentingan pendalaman peran masing-masing. Ketiganya kemudian dibawa ke Mapolresta Padang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Viral dan Meresahkan Sopir


Video yang telah ditonton sekitar 65 ribu kali itu memantik reaksi keras warganet. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan dasar hukum pungutan tersebut dan mendesak aparat bertindak tegas karena dinilai meresahkan serta membebani para sopir.


Bagi para sopir truk, pungutan Rp10 ribu hingga Rp20 ribu mungkin terlihat kecil. Namun jika terjadi berulang setiap kali bongkar muatan, biaya tersebut menjadi beban tambahan di tengah tekanan operasional yang sudah tinggi.


Indra, salah seorang sopir truk, mengaku praktik serupa bukan hal baru. Ia menyebut permintaan uang kerap terjadi saat dirinya hendak memasuki area perusahaan.


“Iya, Pak, sering dimintai uang. Katanya untuk parkir. Kalau tidak bayar, biasanya dipersulit atau ditahan dulu di depan,” ungkapnya.


Menurut Indra, sebagian sopir memilih membayar demi menghindari konflik dan agar proses bongkar muatan tidak terhambat. Namun di sisi lain, mereka merasa dirugikan karena tidak ada kejelasan resmi terkait pungutan tersebut.


Komitmen Berantas Pungli


Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri apakah praktik ini berdiri sendiri atau ada pihak lain yang terlibat.


“Kami masih melakukan penyelidikan. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.


Ia juga mengapresiasi keberanian masyarakat yang melaporkan dugaan pungli tersebut. Menurutnya, partisipasi publik sangat penting dalam mencegah praktik-praktik liar yang dapat merusak iklim usaha dan merugikan banyak pihak.


Penindakan ini menjadi pesan tegas bahwa aparat tidak akan mentolerir pungutan tanpa dasar hukum, terlebih yang dilakukan dengan memanfaatkan aktivitas ekonomi masyarakat.


Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa praktik pungli, sekecil apa pun nominalnya, tetap berpotensi melanggar hukum dan menciptakan ketidakadilan. Dengan viralnya video dan respons cepat aparat, publik kini menanti langkah tegas lanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kawasan industri Kota Padang.


(Mond)


#Pungli #Padang #Daerah #Peristiwa #Viral

×
Berita Terbaru Update