![]() |
| Penyerahan bagian tubuh (body part) serta sejumlah barang pribadi yang diduga milik korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 pada Rabu (21/1/2026). |
D'On, Pangkep - Harapan dan duka kembali berkelindan di lereng Gunung Bulusaraung. Pada hari keenam operasi pencarian, Tim SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan ekstrem Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026).
Penemuan ini terjadi di sisi selatan lokasi ditemukannya jenazah pertama, tepatnya di dasar jurang curam dengan jarak sekitar 100 meter ke bawah. Medan terjal, vegetasi lebat, serta cuaca pegunungan yang cepat berubah kembali menjadi tantangan berat bagi para personel penyelamat.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengungkapkan bahwa laporan penemuan diterima secara beruntun dari tim penyisir Elang 1 hingga Elang 5 sekitar pukul 09.30 WITA. Hingga pukul 10.46 WITA, enam jenazah berhasil dipastikan berada di satu sektor pencarian.
“Enam jenazah ini ditemukan dengan posisi tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik penemuan awal. Lokasinya berada kurang lebih 250 meter dari puncak Gunung Bulusaraung,” ujar Dody saat memberikan keterangan di Posko Advanced Joint Unit (AJU), Desa Tompobulu.
Medan Ekstrem dan Evakuasi Berisiko Tinggi
Tidak hanya pencarian, proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri. Keenam jenazah berada di jurang dengan kontur hampir vertikal, memaksa Tim SAR mengerahkan tim vertical rescue Basarnas yang telah disiagakan dari puncak gunung.
Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan sistem tali, pengamanan berlapis, dan perhitungan matang demi menghindari risiko jatuhnya personel. “Keselamatan petugas tetap prioritas utama. Kami tidak ingin terburu-buru,” tegas Dody.
Setelah berhasil diangkat ke puncak, jenazah direncanakan dievakuasi menuju Posko AJU sebelum dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lanjutan oleh Tim DVI Polri.
Total Delapan Jenazah dan Satu Bagian Tubuh Ditemukan
Dengan penemuan enam jenazah di hari keenam, total korban yang berhasil ditemukan hingga saat ini mencapai delapan jenazah, ditambah satu potongan tulang lengan yang diduga kuat milik salah satu penumpang.
Namun kondisi korban menjadi kendala besar. Setelah berada di lokasi selama hampir sepekan, jenazah mengalami pembengkakan yang cukup parah.
“Kondisi jenazah sudah membengkak, sehingga proses memasukkan ke kantong jenazah menjadi tidak mudah. Ditambah medan jurang yang hampir sama sulitnya dengan evakuasi korban sebelumnya,” jelas Dody.
Dua Opsi Evakuasi: Udara dan Darat
Untuk mempercepat pemindahan jenazah, Tim SAR menyiapkan dua skema evakuasi. Jika cuaca memungkinkan, helikopter akan digunakan untuk mengangkut jenazah melalui lapangan bola Desa Tompobulu. Namun bila kondisi tidak mendukung, jalur darat tetap menjadi pilihan utama meski memerlukan waktu dan tenaga ekstra.
“Cuaca di Bulusaraung sangat dinamis. Kami terus memantau kondisi sebelum memutuskan jalur evakuasi,” imbuhnya.
Pencarian Dua Korban Masih Berlanjut
Meski delapan korban telah ditemukan, pencarian belum berakhir. Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan dua korban lainnya yang hingga kini belum terdeteksi.
Untuk memperluas jangkauan, area pencarian dibagi ke dalam beberapa zona dengan kode warna berbeda. Strategi ini diterapkan agar setiap sektor dapat disisir secara sistematis, terutama di jurang-jurang ekstrem yang berpotensi menjadi lokasi jatuhnya korban.
“Yang terpenting, kita bersyukur sudah delapan korban ditemukan dan satu bagian tubuh. Mudah-mudahan jumlah ini terus bertambah seiring penyisiran yang masih berlangsung,” kata Dody.
Dua Jenazah Telah Teridentifikasi dan Diserahkan ke Keluarga
Di tengah operasi yang masih berjalan, kabar duka bercampur kepastian datang dari ruang identifikasi. Dua jenazah korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri.
Korban pertama adalah Florencia Lolita Wibisono (33), seorang pramugari Indonesia Air Transport (IAT), yang berdomisili di Apartemen Howard Tower, Pulau Gadung, Jakarta Timur. Sementara korban kedua diketahui bernama Deden Maulana, seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kedua jenazah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Duka dan Doa dari Lereng Bulusaraung
Hingga hari keenam pencarian, Gunung Bulusaraung tidak hanya menjadi saksi perjuangan tim penyelamat, tetapi juga menjadi simbol keteguhan, empati, dan harapan keluarga korban. Doa terus dipanjatkan agar seluruh korban segera ditemukan dan proses evakuasi berjalan aman hingga tuntas.
Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan penyisiran menyeluruh, selama cuaca dan kondisi medan masih memungkinkan.
(L6)
#Peristiwa #PesawatHilangKontak
