-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lapas Kelas IIA Padang Tunjukkan Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan Nasional Lewat Panen Raya Pemasyarakatan 2026

17 January 2026 | January 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T06:58:29Z


D'On, Padang 
— Transformasi pemasyarakatan menuju lembaga yang produktif dan berdaya guna kembali ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang. Melalui partisipasinya dalam Panen Raya Serentak Pemasyarakatan Tahun 2026, Kamis (15/1/2026), Lapas Kelas IIA Padang menegaskan kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan warga binaan.

Kegiatan panen raya ini dilaksanakan secara nasional dan terhubung melalui konferensi virtual, dengan Lapas Terbuka Pasaman, Sumatera Barat, sebagai pusat kegiatan. Seluruh satuan kerja pemasyarakatan di berbagai daerah turut ambil bagian dengan menampilkan hasil pembinaan kemandirian yang telah dijalankan secara berkelanjutan.


Produktivitas Nyata dari Balik Tembok Lapas

Dalam pemaparan yang disampaikan, Lapas Kelas IIA Padang melaporkan capaian signifikan dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian dan peternakan. Program ini melibatkan warga binaan secara aktif sejak tahap awal, mulai dari pengolahan lahan, perawatan, hingga panen.

Adapun hasil panen yang berhasil dicatat dalam Panen Raya Pemasyarakatan 2026 antara lain:

  • 100 kilogram ikan lele,
  • 25 kilogram sayur pakcoy,
  • 41 butir telur itik,
  • 50 kilogram daun singkong.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak lagi bersifat simbolis, melainkan menghasilkan produk riil yang bernilai ekonomi dan sosial.


Pembinaan Kemandirian sebagai Investasi Masa Depan

Kepala Satuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Padang, Dimas Eka Putra, menjelaskan bahwa program ini dirancang bukan hanya untuk mengisi waktu warga binaan, tetapi sebagai investasi keterampilan bagi masa depan mereka.

“Warga binaan tidak hanya diajarkan cara bertani dan beternak, tetapi juga ditanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja. Ini penting sebagai bekal agar mereka mampu hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan produktif juga berkontribusi pada stabilitas keamanan dan ketertiban lapas, karena warga binaan memiliki aktivitas positif yang terarah.


Kalapas: Pemasyarakatan Harus Memberi Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Junaidi Rison, menegaskan bahwa Panen Raya Pemasyarakatan 2026 merupakan refleksi dari perubahan paradigma pemasyarakatan yang tengah digalakkan pemerintah.

“Pemasyarakatan hari ini bukan hanya soal pembinaan di balik tembok, tetapi bagaimana lapas mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan negara. Program ketahanan pangan ini adalah bukti bahwa warga binaan memiliki potensi besar jika dibina dengan tepat,” tegasnya.

Menurut Kalapas, hasil pertanian dan peternakan yang dihasilkan warga binaan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, tetapi juga diarahkan untuk kegiatan sosial sesuai arahan pimpinan.

“Kami berkomitmen agar hasil pembinaan ini memiliki nilai sosial. Ke depan, sebagian hasil panen akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk bantuan sosial dan kegiatan kemanusiaan,” tambahnya.


Arahan Menteri: Produktivitas Lapas Harus Bernilai Sosial

Dalam arahannya secara nasional, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menekankan bahwa setiap program produktivitas di lapas harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Masyarakat harus merasakan kehadiran pemasyarakatan. Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga dapat disalurkan kepada korban bencana, masyarakat kurang mampu, serta mendukung program pembangunan berkelanjutan,” ujar Menteri.

Ia juga mendorong agar program produktif lapas terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional lainnya, seperti penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di daerah rawan kekeringan.


Simbol Perubahan dan Harapan Baru

Panen Raya Serentak Pemasyarakatan Tahun 2026 menjadi simbol kuat bahwa lembaga pemasyarakatan telah bertransformasi menjadi ruang pembinaan yang produktif, inklusif, dan berorientasi masa depan. Warga binaan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam sektor ekonomi, sosial, dan ketahanan pangan.


Komitmen Berkelanjutan Lapas Kelas IIA Padang

Menutup rangkaian kegiatan, Lapas Kelas IIA Padang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan skala program pembinaan kemandirian. Pengembangan sektor pertanian dan peternakan akan diperluas, baik dari sisi jenis komoditas maupun jumlah warga binaan yang terlibat.

Dengan semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan transformasi, Lapas Kelas IIA Padang optimistis dapat terus menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

(Mond)

#PanenRayaPemasyarakatan
#KetahananPangan
#LapasKelasIIAPadang
#TransformasiPemasyarakatan
#PembinaanWargaBinaa

×
Berita Terbaru Update