![]() |
| Viral biduan goyang erotis di panggung Isra Mikraj (Foto: Media sosial) |
D'On, Banyuwangi – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendadak menjadi sorotan publik setelah beredar video yang memperlihatkan hiburan dangdut dengan aksi biduan bergoyang erotis di atas panggung acara keagamaan tersebut.
Video yang pertama kali diunggah oleh akun media sosial @pesonabwi itu dengan cepat menyebar luas dan menuai kontroversi. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang biduan wanita tampil mengenakan busana terbuka sambil menyanyikan lagu dangdut dan berjoget dengan gerakan yang dinilai tidak pantas untuk konteks acara religius.
Tak hanya itu, seorang pria yang diduga merupakan jamaah atau warga sekitar tampak naik ke atas panggung dan ikut berjoget bersama sang biduan. Sementara itu, sebagian masyarakat lainnya terlihat duduk di kursi penonton, menyaksikan pertunjukan tersebut tanpa banyak reaksi.
Peristiwa ini sontak memicu kritik keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan bercampurnya unsur hiburan vulgar dalam momen yang seharusnya sakral dan penuh khidmat.
“Astagfirullah ya Allah,” tulis akun @riaspi* dalam kolom komentar.
Komentar senada juga datang dari akun lain. “Semakin hari semakin parah, seolah sengaja,” ujar **Jemy_*******, mengekspresikan kekecewaannya.
Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua Panitia Peringatan Isra Mikraj, M Hadiyanto, akhirnya buka suara. Ia mengakui bahwa keberadaan biduan dangdut di lokasi acara memang benar adanya. Namun, ia menegaskan bahwa hiburan tersebut tidak berlangsung saat pengajian atau rangkaian utama Isra Mikraj masih berjalan.
“Memang benar ada hiburan dangdut, akan tetapi itu terjadi setelah seluruh rangkaian pengajian selesai. Seluruh undangan, tokoh agama, dan para kiai sudah meninggalkan lokasi,” jelas Hadiyanto.
Menurutnya, hiburan tersebut digelar semata-mata untuk menghibur panitia yang masih berada di lokasi guna membersihkan peralatan dan merapikan area acara setelah kegiatan selesai.
“Itu murni untuk panitia yang sedang beres-beres. Tidak ada maksud menodai acara keagamaan,” tambahnya.
Meski demikian, Hadiyanto mengakui bahwa kejadian tersebut tetap menimbulkan kegaduhan dan persepsi negatif di tengah masyarakat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kejadian yang viral tersebut.
“Atas nama pribadi dan atas nama seluruh panitia, kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara acara keagamaan agar lebih berhati-hati dalam menjaga kesakralan kegiatan, termasuk memastikan seluruh aktivitas yang dilakukan di lokasi tidak menimbulkan tafsir keliru di tengah publik, terutama di era media sosial yang serba cepat dan sensitif.
(Okz)
#Viral #Peristiwa #IsraMiraj
