-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kerugian Bencana Hidrometeorologi di Padang Tembus Rp5,5 Triliun, Ribuan Rumah Hancur dan Puluhan Ribu Warga Terdampak

23 January 2026 | January 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T03:49:29Z

Kerugian Bencana Hidrometeorologi di Padang Tembus Rp5,5 Triliun, Ribuan Rumah Hancur dan Puluhan Ribu Warga Terdampak



D'On, Padang – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada 28 November 2026 meninggalkan luka mendalam. Tidak hanya menghancurkan infrastruktur dan perumahan, bencana tersebut juga melumpuhkan perekonomian serta mengancam keberlangsungan hidup puluhan ribu warga. Total kerugian dan kerusakan akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp5,5 triliun.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, membenarkan besarnya dampak yang ditimbulkan. Ia menyebutkan angka tersebut diperoleh setelah dilakukan pembahasan lintas sektor dan pendataan menyeluruh terhadap seluruh wilayah terdampak.

 

“Setelah dilakukan diskusi dan penghitungan bersama, total kerugian dan kerusakan akibat bencana hidrometeorologi ini tercatat sekitar Rp5,5 triliun,” ujar Fadly Amran, Jumat (23/1/2026).


Perumahan dan Infrastruktur Paling Parah Terdampak


Dari total kerugian tersebut, sektor perumahan menjadi yang paling terpukul dengan nilai kerusakan mencapai Rp2,4 triliun. Ribuan rumah warga rusak akibat banjir besar yang merendam permukiman, terutama di kawasan bantaran sungai dan daerah rawan genangan.


Data Pemerintah Kota Padang mencatat:

  • 556 rumah rusak berat
  • 2.207 rumah rusak sedang
  • 2.934 rumah rusak ringan


Tak kalah parah, sektor infrastruktur menelan kerugian hingga Rp2,7 triliun. Banjir merusak berbagai fasilitas vital yang menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat.


Infrastruktur terdampak meliputi:

  • 13 unit jembatan
  • 74.000 meter jalan mengalami kerusakan
  • 22 bendungan terdampak
  • 31 unit infrastruktur vital lainnya


Selain itu, lima gedung pemerintahan juga dilaporkan rusak, mengganggu pelayanan publik di sejumlah wilayah.


Dampak Menyebar ke Seluruh Sektor Kehidupan


Bencana hidrometeorologi ini juga memukul sektor ekonomi dengan nilai kerugian mencapai Rp154 miliar, terutama pada sektor perdagangan, UMKM, pertanian, dan perikanan yang lumpuh akibat banjir.

Sementara itu:

  • Sektor sosial mengalami kerugian sekitar Rp93 miliar
  • Lintas sektor lainnya mencapai Rp140 miliar


Berbagai fasilitas publik ikut terdampak, mulai dari sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, hingga sistem irigasi, drainase, dan jaringan air bersih. Akibatnya, aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan ibadah masyarakat sempat terganggu.


Puluhan Ribu Jiwa Terdampak, Huntap Jadi Solusi Jangka Panjang


Secara keseluruhan, bencana ini berdampak langsung terhadap 67.563 jiwa. Ribuan warga terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka tidak lagi layak huni.


Sebagai langkah pemulihan, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan hunian tetap (huntap) yang berlokasi di Balai Gadang dan Kecamatan Pauh. Huntap tersebut diperuntukkan bagi warga yang selama ini tinggal di bibir sungai, kawasan yang dinilai sangat rawan bencana.

“Total kebutuhan hunian tetap yang harus kami sediakan sekitar 800 unit, sebagai bagian dari relokasi warga dari kawasan rawan,” jelas Fadly Amran.


Peringatan Keras akan Ancaman Bencana Berulang


Bencana hidrometeorologi ini menjadi peringatan serius bagi Kota Padang yang memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir dan cuaca ekstrem. Pemerintah daerah didorong untuk tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga penguatan mitigasi bencana, penataan kawasan sungai, serta peningkatan sistem drainase dan pengendalian banjir.


Kerusakan bernilai triliunan rupiah dan dampak sosial yang luas menunjukkan bahwa bencana bukan sekadar peristiwa alam, melainkan krisis kemanusiaan yang menuntut penanganan cepat, terukur, dan berkelanjutan.


(Mond)


#Daerah #Padang #BencanaHidrometeorologi

×
Berita Terbaru Update