Demokrat Tegaskan SBY Tak Terlibat Isu Pemalsuan Ijazah Jokowi, Soroti Bahaya Misinformasi di Tengah Bencana

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
D'On, Jakarta - Partai Demokrat secara tegas membantah tudingan yang menyeret nama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam isu dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo. Tuduhan tersebut dinilai sebagai misinformasi serius yang tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga mengalihkan perhatian nasional dari persoalan kemanusiaan yang jauh lebih mendesak.
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa SBY sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan isu tersebut. Ia menyebut, belakangan ini muncul berbagai rumor yang secara sistematis menyerang pribadi dan reputasi Presiden ke-6 Republik Indonesia itu.
“Belakangan juga muncul misinformasi terhadap Pak SBY. Mulai dari rumor terkait kondisi kesehatan beliau, hingga beliau dituduh terlibat dalam isu pemalsuan ijazah Pak Jokowi. Isu-isu tersebut tidak benar,” kata Herzaky dalam keterangannya, Kamis (1/1).
Menurut Herzaky, tuduhan itu muncul pada waktu yang tidak tepat, ketika bangsa Indonesia masih berjibaku menangani dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Ia menilai, isu politik yang tidak berdasar tersebut berpotensi memecah fokus publik dan energi nasional yang seharusnya diarahkan untuk membantu para korban.
“Seharusnya dalam situasi seperti ini, semua pihak mengerahkan energi, waktu, dan sumber daya untuk membantu korban bencana. Sangat disayangkan, perhatian kita hari-hari ini malah berusaha dialihkan ke isu-isu politik yang tidak berdasar,” ujarnya.
Herzaky juga menyoroti maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi di ruang publik, terutama melalui media sosial. Ia mengingatkan bahwa misinformasi bukan sekadar persoalan politik, tetapi dapat berdampak luas pada stabilitas sosial dan kepercayaan publik.
“Mari kita bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama mengutamakan kemanusiaan,” tuturnya.
Lebih jauh, Demokrat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak terjebak dalam narasi yang berpotensi memecah belah. Herzaky menekankan bahwa saat ini empati dan solidaritas jauh lebih dibutuhkan dibandingkan perdebatan politik yang tidak produktif.
“Saat ini, yang paling membutuhkan perhatian adalah para korban. Mari kita fokus pada mereka,” tambahnya.
Pernyataan tegas dari Partai Demokrat ini sekaligus menjadi sinyal bahwa isu pemalsuan ijazah Presiden Jokowi yang kembali mencuat tidak hanya berimplikasi hukum dan politik, tetapi juga rawan dimanfaatkan untuk menciptakan kegaduhan nasional. Di tengah situasi bencana dan tantangan kebangsaan, Demokrat menilai kedewasaan publik dalam menyikapi informasi menjadi kunci menjaga persatuan.
(K)
#Nasional #Politik