Banjir Rendam Permukiman Warga Dadok Tunggul Hitam, BPBD Padang Evakuasi Anak-anak dan Lansia dengan Perahu Karet

Tim BPBD Padang Evakuasi Warga Parak Jambu Dadok Tunggul Hitam yang Terjebak Banjir
D'On, Padang — Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat (2/1/2026) dini hari memicu banjir di sejumlah wilayah. Salah satu titik terdampak terparah berada di Jalan DPR Ujung, Gang Babussalam 6, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah. Luapan air yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik dan kesulitan menyelamatkan diri.
Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air meningkat drastis dalam waktu singkat. Air meluap dari saluran drainase dan merendam permukiman padat penduduk. Di beberapa rumah, ketinggian air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa, membuat aktivitas warga lumpuh total.
Kondisi tersebut diperparah oleh arus air yang cukup deras, sehingga sebagian warga, terutama anak-anak dan lansia, tidak mampu melakukan evakuasi secara mandiri. Beberapa di antaranya terjebak di dalam rumah dan menunggu pertolongan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada siang hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung dikerahkan ke lokasi terdampak pada pukul 15.30 WIB.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air naik dengan sangat cepat. Prioritas utama kami adalah mengevakuasi warga rentan, terutama anak-anak dan lansia yang terjebak di area Gang Babussalam,” ujar Hendri di lokasi kejadian.
Dalam proses evakuasi, petugas BPBD terpaksa menggunakan perahu karet untuk menjangkau rumah-rumah warga yang sudah terendam cukup dalam. Arus air yang deras menjadi tantangan tersendiri bagi petugas, sehingga evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian demi menjamin keselamatan korban maupun personel di lapangan.
Hasilnya, sebanyak delapan warga berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka terdiri dari Afrizal (54), Nelmawati (52), Syamsul (30), Reni (32), Rehan (13), Nisa (7), Fadlan (5), dan Aurel (3). Anak-anak yang dievakuasi tampak digendong oleh petugas dan relawan, sementara lansia dibantu naik ke perahu karet.
Menurut Hendri, evakuasi dilakukan secara bertahap dan sistematis. Petugas menyisir satu per satu rumah warga untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal saat banjir berlangsung.
“Kami pastikan seluruh rumah telah dicek. Tidak boleh ada warga yang terjebak di dalam rumah. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya.
Usai dievakuasi, seluruh korban langsung diungsikan ke lokasi yang lebih aman dan berada di dataran tinggi, yakni Masjid Al-Manar. Di lokasi pengungsian sementara tersebut, warga mendapatkan perlindungan serta pendampingan awal dari petugas dan relawan.
Proses evakuasi banjir ini turut mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan daerah. Ketua DPRD Kota Padang dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi warga serta memastikan penanganan berjalan optimal.
Selain BPBD, penanganan banjir juga melibatkan unsur kecamatan dan kelurahan setempat. Camat dan lurah bersama perangkatnya aktif melakukan koordinasi di lapangan, membantu pendataan warga terdampak, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Sinergi lintas unsur terlihat jelas dengan keterlibatan BKO Satpol PP, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu membantu proses evakuasi dan pengungsian. Warga sekitar juga turut membantu mengamankan barang-barang berharga serta memberikan dukungan moral kepada korban banjir.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kota Padang masih melakukan pendataan terkait dampak dan kerugian materil akibat banjir tersebut. Sementara itu, kondisi cuaca di Kota Padang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada dan segera melaporkan ke pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat. Masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
(Mond)
#BanjirPadang #Peristiwa #Padang