-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bangkit dari Bencana, Perumda AM Padang Kembalikan 99 Persen Layanan Air Bersih

23 January 2026 | January 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T04:30:48Z




D'On, Padang – Dua bulan pasca bencana hidrometeorologi yang sempat melumpuhkan hampir seluruh sistem distribusi air bersih di Kota Padang, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang mencatatkan capaian pemulihan yang signifikan. Hingga Jumat (23/1/2026), tingkat pelayanan kepada pelanggan dilaporkan telah mencapai 99 persen, mendekati kondisi normal sebelum bencana.


Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja intensif dan kolaboratif seluruh jajaran perusahaan, yang sejak hari pertama bencana bergerak tanpa jeda untuk memulihkan layanan dasar masyarakat.

 

“Pada puncak bencana, hampir 90 persen wilayah distribusi terdampak total. Ini situasi yang sangat berat. Namun kami bergerak cepat, dan dalam satu minggu pasca bencana layanan sudah pulih hingga 77 persen. Hari ini, kami sudah berada di angka 99 persen,” ujar Hendra.


Pemulihan Infrastruktur Berjalan Progresif


Menurut Hendra, fokus utama Perumda AM sejak awal adalah pemulihan infrastruktur vital, mulai dari jaringan pipa transmisi, instalasi pengolahan air (IPA), hingga distribusi ke rumah-rumah warga. Wilayah selatan Kota Padang saat ini telah kembali menerima layanan secara normal.


Namun demikian, sejumlah tantangan teknis masih dihadapi di wilayah utara dan pusat kota.


Di wilayah utara, terdapat empat kompleks perumahan dengan sekitar 65 unit rumah yang masih dalam tahap penanganan intensif akibat kerusakan jaringan. Untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, Perumda AM menyiagakan armada tangki air serta melakukan pemasangan unit tedmon sebagai solusi sementara.


Sementara itu, di wilayah pusat kota, kendala utama berada pada pipa transmisi Gunung Pangilun. Tingginya tingkat kekeruhan air baku (turbidity) pasca bencana membuat proses produksi air belum dapat berjalan optimal.

 

“Kekeruhan air baku masih menjadi tantangan serius. Saat ini produksi belum bisa mencapai kapasitas normal 500 liter per detik. Namun kami terus melakukan pengendalian kualitas agar distribusi tetap aman dan layak konsumsi,” jelas Hendra.


Komitmen Sosial: 27 Juta Liter Air Gratis untuk Warga


Di tengah proses pemulihan, Perumda AM Kota Padang juga menunjukkan komitmen sosial yang kuat. Tidak hanya melayani pelanggan resmi, perusahaan daerah tersebut turut memastikan warga non-pelanggan tetap mendapatkan akses air bersih selama masa krisis.


Tercatat, sebanyak 27 juta liter air bersih telah didistribusikan secara gratis ke berbagai titik terdampak bencana.

 

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Dalam kondisi darurat, kami tidak melihat status pelanggan atau bukan. Yang terpenting, masyarakat tetap mendapatkan akses air yang layak,” tegas Hendra.


Upaya tersebut diperkuat melalui sinergi lintas lembaga. Politeknik Negeri Padang turut berkontribusi dengan menyerahkan 65 unit tedmon, sementara 14 unit tedmon tambahan disiapkan secara internal oleh Perumda AM. Seluruhnya disebar ke titik-titik krusial yang membutuhkan suplai air secara cepat.


Antisipasi Musim Kemarau


Memasuki musim kemarau, Perumda AM Kota Padang tidak ingin lengah. Saat ini, total produksi air berada di angka maksimal 93 persen, dan langkah-langkah preventif telah disiapkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan.

 

“Kami sudah menyiapkan pompa-pompa cadangan untuk melakukan penyedotan air langsung dari sungai atau intake permukaan. Ini sebagai antisipasi apabila debit air di sumber utama menurun akibat kemarau,” ungkap Hendra.


Menurutnya, kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari pembelajaran penting pasca bencana, agar sistem air bersih Kota Padang ke depan lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem.


Target 100 Persen dan Ajakan Jaga Sumber Air


Manajemen Perumda AM Kota Padang menargetkan pemulihan layanan 100 persen dapat tercapai dalam waktu sesingkat mungkin. Hendra pun mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kelestarian sumber air baku.

 

“Pemulihan bukan hanya tugas Perumda. Kami butuh dukungan semua pihak, terutama dalam menjaga lingkungan dan sumber air. Tanpa itu, sistem sebaik apa pun akan rapuh,” pungkasnya.


Dengan progres yang terus meningkat dan strategi antisipatif yang disiapkan, Perumda AM Kota Padang optimistis layanan air bersih akan kembali sepenuhnya normal dan lebih tangguh menghadapi tantangan ke depan.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang

×
Berita Terbaru Update