-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Adies Kadir Melenggang ke MK, Putrinya Berpeluang Duduki Kursi DPR Transisi Kekuasaan yang Sah, Tapi Sarat Sorotan Publik

28 January 2026 | January 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T03:58:55Z

Adela Kanasya Adies.



D'On, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) yang diusulkan dari unsur DPR. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Selasa (27/1/2026).


Namun, di balik pengangkatan tersebut, publik kini menyoroti satu konsekuensi politik yang tak kalah menarik perhatian: potensi masuknya Adela Kanasya Adies, putri Adies Kadir, ke Senayan sebagai anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).


Wajib Mundur dari Politik Praktis


Pengangkatan Adies Kadir sebagai Hakim MK otomatis mengharuskannya melepaskan seluruh atribut politik. Hal ini merujuk pada Pasal 17 huruf b Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, yang secara tegas melarang hakim konstitusi merangkap jabatan sebagai anggota partai politik.


Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, memastikan bahwa Adies telah mengundurkan diri dari keanggotaan DPR dan Partai Golkar sebelum pengesahan dilakukan di paripurna.

 

“Saya enggak tahu tanggal pastinya, yang jelas (mundur) sebelum kita setujui kemarin,” ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta.


Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa secara administratif, pengangkatan Adies telah memenuhi syarat formal hukum.


Siapa Pengganti Adies di DPR?


Pertanyaan besar berikutnya pun muncul: siapa yang akan menggantikan Adies Kadir di DPR RI?


Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPR, Sarmuji, menegaskan bahwa partainya akan patuh sepenuhnya pada mekanisme undang-undang.

 

“Sebagai anggota akan diisi oleh peraih suara terbanyak berikutnya. Golkar tertib terhadap amanat undang-undang. Tidak bisa satu orang melompati perolehan suara yang lebih banyak,” tegas Sarmuji.


Meski enggan menyebut nama secara langsung, data resmi KPU Jawa Timur menunjukkan fakta yang sulit dihindari.


Nama Itu: Adela Kanasya Adies


Berdasarkan rekapitulasi suara Dapil Jawa Timur I, peraih suara terbanyak kedua setelah Adies Kadir adalah Adela Kanasya Adies, yang mengantongi 12.792 suara.


Berikut daftar perolehan suara lengkap:

  • Adies Kadir – 147.185 suara
  • Adela Kanasya Adies – 12.792 suara
  • Andi Dudi Guligtijanto – 12.064
  • Roro Dyah Eko Setyowati – 9.217
  • Farah Tamalia – 5.727
  • Ilyas Indra – 3.905
  • Ali Saiboo – 3.799
  • Bambang Budi Suwarso – 3.185
  • M. Isbat Atiqillah Pranata – 1.695
  • Raden Besse Kartoningrat – 1.035


Fakta bahwa Adela merupakan putri kandung Adies Kadir semakin menguat setelah dikonfirmasi lewat unggahan kader Golkar Musa Rajekshah dan pernyataan Sari Yuliati, yang kini menggantikan posisi Adies sebagai Wakil Ketua DPR.


Secara hukum, tidak ada pelanggaran. Namun secara etika politik, fenomena ini berpotensi memicu perdebatan publik soal dinasti politik dan regenerasi kekuasaan.


Mengapa DPR Memilih Adies Kadir?


Habiburokhman menjelaskan, pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK dilakukan setelah calon sebelumnya, Inosentius Samsul, mendapat penugasan lain. Selain itu, posisi Hakim MK harus segera diisi karena Arief Hidayat akan memasuki masa pensiun pada 5 Februari 2026.

 

“Pak Adies dipilih dan disetujui secara aklamasi oleh seluruh anggota Komisi III dan paripurna,” ujar Habiburokhman.


Ia menilai Adies memiliki rekam jejak hukum yang kuat, pemahaman komprehensif terhadap konstitusi, serta pengalaman panjang di parlemen modal penting untuk mengembalikan marwah MK.


Sah Secara Hukum, Sensitif Secara Politik


Perpindahan Adies Kadir dari panggung politik ke kursi hakim konstitusi, diiringi peluang masuknya sang putri ke DPR, menjadi potret nyata bagaimana mekanisme demokrasi bekerja—namun tak lepas dari kontroversi etik.


Apakah ini sekadar kebetulan prosedural?
Atau sinyal kuat bahwa dinamika kekuasaan masih berputar di lingkaran yang sama?


Publik kini menanti: akankah Adela Kanasya Adies benar-benar melenggang ke Senayan, dan bagaimana Partai Golkar serta DPR merespons sorotan ini ke depan.


(B1)


#Nasional #HakimMK #DPR

×
Berita Terbaru Update