Hujan Deras Sebabkan Sungai Meluap Hingga Rendam Permukiman Nanggalo dan Pauh, Warga Padang Diminta Siaga

Sungai Batu Busuk Meluap Rendam Pemukiman Watga
D'On, Padang — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak siang hingga sore hari kembali memicu banjir di sejumlah kawasan rawan. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit sungai meningkat tajam hingga meluap dan merendam permukiman warga, Selasa (sekitar pukul 16.00 WIB).
Dua kecamatan yang terdampak cukup signifikan yakni Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Pauh. Luapan air sungai di kedua wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan, mengingat hujan masih berpeluang terjadi hingga malam hari.
Di Kecamatan Nanggalo, kawasan Tabing Banda Gadang kembali menjadi titik terparah. Air sungai meluap dan menggenangi rumah-rumah warga, terutama di wilayah yang padat permukiman. Sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan memperparah kondisi, menyebabkan genangan cepat meluas ke pemukiman.
Banjir di wilayah ini bukanlah peristiwa baru. Setiap hujan dengan intensitas tinggi melanda Kota Padang, kawasan Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, hingga Kampung Lapai kerap menjadi langganan genangan. Kondisi geografis yang berada dekat aliran sungai membuat wilayah tersebut sangat rentan terdampak luapan air.
Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika kondisi memburuk.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, dan Kampung Lapai yang dekat dengan aliran sungai, untuk sementara menjauh atau mengungsi. Debit Sungai Batang Kuranji di kawasan Gunung Nago saat ini cukup tinggi,” ujar Amrizal.
Ia menambahkan, hujan lebat yang terjadi sejak sore hari menyebabkan kenaikan muka air berlangsung cepat, sehingga kewaspadaan warga sangat diperlukan guna menghindari risiko korban jiwa.
Sementara itu, di Kecamatan Pauh, luapan Sungai Batu Busuk mengepung permukiman warga di RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto. Debit air sungai meningkat drastis dalam waktu singkat, membuat warga panik dan bergegas menyelamatkan diri.
Sedikitnya 16 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Arus sungai yang deras turut membawa material lumpur, kayu, dan ranting, sehingga menyulitkan aktivitas warga dan mempercepat genangan di sekitar rumah.
Ketua Posko Talang Mandiri sekaligus Ketua Karang Taruna setempat, M. Ilham, menyebut kenaikan air terjadi secara tiba-tiba. Ia bersama relawan langsung bergerak melakukan koordinasi untuk memastikan keselamatan warga.
“Air naiknya cepat sekali. Kami langsung mengimbau warga yang tinggal di titik terendah untuk segera mengevakuasi diri dan mengamankan barang-barang berharga. Prioritas kami adalah keselamatan warga,” katanya.
Sejumlah warga terpaksa melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi, sementara relawan berjaga untuk membantu kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. BPBD mengingatkan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan daerah rawan banjir untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi hingga malam hari.
Petugas gabungan bersama relawan terus bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan debit sungai serta menyiapkan bantuan darurat bagi warga terdampak.
Peristiwa banjir ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di Kota Padang, khususnya saat musim hujan. Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan langganan banjir diimbau untuk selalu siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
(VLR)
#Peristiwa #Banjir