Breaking News

Komandan Brimob Minta Maaf soal Ojol Dilindas Rantis: Insiden Tewasnya Affan Disebut Ketidaksengajaan

Situasi Jalan Kwitang setelah massa aksi bubar, Jumat (29/8/2025).

D'On, Jakarta
– Suasana tegang mewarnai Markas Sat Brimob Polda Metro Jaya, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Jakarta Pusat, Jumat (29/8). Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi markas pasukan elit kepolisian itu untuk menuntut pertanggungjawaban atas insiden memilukan yang menimpa rekan mereka, Affan Kurniawan (21), seorang driver ojol yang dilindas mobil rantis Brimob saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam.

Komandan Batalyon A Pelopor Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Anton Asrar, akhirnya turun langsung menemui massa ojol yang sejak malam sebelumnya melakukan aksi di depan markas Brimob. Dengan wajah serius, Anton menyampaikan permintaan maaf mewakili institusi atas peristiwa yang kini menyulut kemarahan publik.

“Kapolri telah menemui orang tua korban. Kami juga ingin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rekan-rekan ojek online dan masyarakat. Peristiwa ini adalah sebuah ketidaksengajaan,” ujar Anton di hadapan massa, Jumat siang.

Kronologi Insiden

Peristiwa bermula saat massa ojol melakukan aksi unjuk rasa menolak kebijakan kenaikan tarif aplikasi di kawasan Pejompongan, Kamis malam. Dalam kondisi ricuh, sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melintas di lokasi justru melindas Affan Kurniawan. Video dan foto peristiwa itu segera beredar luas di media sosial, memantik gelombang kemarahan sesama driver ojol yang menganggap aparat bertindak represif.

Affan, yang berusia 21 tahun, dikabarkan mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Rekan-rekan seprofesinya langsung bergerak cepat, mendatangi rumah sakit tempat Affan dirawat, sekaligus melakukan aksi lanjutan di Markas Sat Brimob sejak Kamis malam hingga Jumat siang.

Tujuh Anggota Brimob Diamankan

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, sebanyak tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan rantis saat insiden terjadi telah diamankan. Mereka kini tengah diperiksa secara intensif di Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat.

Identitas ketujuh anggota Brimob tersebut antara lain:

  • Kompol CB
  • Aipda M
  • Bripka R
  • Briptu G
  • Bripda M
  • Bharaka Y
  • Bharaka G

Anton memastikan bahwa proses pemeriksaan sedang berlangsung dan pihaknya berkomitmen untuk transparan dalam penanganan kasus ini.

Tuntutan Massa Ojol

Di sisi lain, massa ojol yang berkumpul di markas Brimob menegaskan tuntutan mereka agar kasus ini tidak hanya berhenti pada permintaan maaf semata. Mereka menuntut proses hukum yang adil terhadap anggota Brimob yang terlibat, serta jaminan perlindungan hukum bagi pengemudi ojol yang kerap bersinggungan dengan aparat dalam aksi-aksi massa.

“Kami ingin keadilan untuk Affan. Permintaan maaf saja tidak cukup, harus ada proses hukum yang jelas. Kalau tidak, kami akan terus turun ke jalan,” teriak salah satu orator aksi.

Respons Kepolisian

Permintaan maaf terbuka dari Komandan Batalyon A Brimob merupakan langkah awal untuk meredakan ketegangan. Namun, di tengah derasnya sorotan publik, Polri dituntut untuk menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini agar tidak dianggap melindungi anggotanya sendiri.

Situasi di sekitar Mako Brimob hingga Jumat siang masih dijaga ketat. Meski sempat memanas, dialog antara aparat dan perwakilan ojol berjalan cukup kondusif setelah adanya jaminan dari Kompol Anton bahwa kasus ini akan ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Catatan: Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan internal Brimob Polda Metro Jaya. Publik kini menunggu apakah kasus ini akan berlanjut ke proses pidana atau hanya sebatas sanksi disiplin internal.

(K)

#MobilRantisTabrakOjol #Peristiwa #Viral #Brimob #Polisi