Breaking News

Spektakulernya Aurora Australis: Penampakan Langka di Langit Selatan Australia

Aurora Australis

Dirgantaraonline,-
Pengamat bintang dan langit di Australia Selatan disuguhi pertunjukan langit yang menakjubkan pada Sabtu, 11 Mei 2024: aurora australis yang mempesona. Fenomena ini, yang biasanya hanya terlihat dari Tasmania dan ujung Victoria Selatan, bahkan memperlihatkan dirinya di langit kota-kota besar seperti Melbourne, Adelaide, dan Perth meskipun terhambat oleh polusi cahaya. Namun, di Sydney dan Canberra, awan tebal dan curah hujan mengecewakan mereka yang berharap melihatnya.

Aurora australis, atau "cahaya selatan", yang terjadi ketika partikel bermuatan dari matahari bertabrakan dengan atmosfer Bumi, menawarkan tontonan yang memukau. Di balik pesonanya yang tak tertandingi, aurora australis muncul akibat badai geomagnetik yang terkuat dalam lebih dari 20 tahun, yang disebabkan oleh gelombang panas dari badai matahari yang menghantam dunia belakangan ini.

Menurut Biro Meteorologi Australia, aurora australis biasanya terlihat antara pukul 22.00 dan 02.00, tetapi sulit untuk memprediksi secara pasti kapan hal tersebut akan terjadi. Namun, diperkirakan bahwa cahaya ini akan tetap ada hingga Senin pagi, 13 Mei 2024.

Profesor Andrew Cole dari Universitas Tasmania menjelaskan bahwa aurora australis ini muncul pada fase paling aktif matahari dalam satu dekade, menjanjikan lebih banyak kesempatan bagi pengamat langit untuk menikmatinya di akhir tahun ini. Dia juga menambahkan bahwa badai geomagnetik bisa bertahan hingga akhir tahun, menciptakan peristiwa langka yang hanya terjadi beberapa dekade sekali.

Namun, sementara aurora australis menawarkan pertunjukan langit yang memukau, badai matahari yang menyebabkannya juga menimbulkan kekhawatiran. NOAA memperingatkan tentang dampaknya terhadap pembangkit listrik dan International Space Station di orbit Bumi. Meskipun tidak ada risiko langsung bagi warga, badai geomagnetik ini dapat mengganggu jaringan listrik bertegangan tinggi, navigasi, dan layanan komunikasi di seluruh dunia.

Dengan aurora australis yang memukau sebagai sorotan, perbandingan antara aurora australis dan aurora borealis memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena ini. Sementara aurora australis muncul di lintang selatan bumi, aurora borealis, atau "cahaya utara", terjadi di lintang utara. Kedua fenomena ini menghasilkan tontonan spektakuler di langit yang bisa dinikmati oleh mereka yang beruntung tinggal di dekat kutub mereka masing-masing.

Meskipun Indonesia belum pernah mengalami fenomena aurora karena posisinya yang jauh dari kutub, keindahan langit yang ditawarkan oleh aurora australis dan aurora borealis mengajak kita untuk memahami dan menghargai keajaiban alam yang ada di luar sana.

(*)

#Sains #AuroraAustralis