Breaking News

3 Amalan Efektif untuk Menghapus Dosa: Rahasia Keberkahan yang Harus Anda Ketahui!

Ilustrasi Berdoa 

Dirgantaraonline,-
 Dalam Alquran, Allah dijelaskan sebagai Al-Ghafur yang artinya Sang Maha Pengampun. Allah memiliki sifat yang tak terbatas dalam memberikan pengampunan kepada hamba-Nya yang bertobat dengan ikhlas. 

Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya tanpa memandang seberapa besar dosa tersebut. Namun, sebagai umat Muslim harus memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk tidak berbuat hal-hal yang mendatangkan dosa besar. 

Setiap dosa yang dilakukan umat Muslim, Allah selalu mempunyai cara untuk memaafkannya, salah satunya dengan cara bertaubat dan melakukan amalan-amalan yang bisa menambah amal dalam hidupnya. 

Adapun amalan-amalan yang bisa dilaksanakan umat Muslim untuk menghapus dosanya, di antaranya:

Pertama, menyempurnakan wudhu dan berniat untuk menunaikan sholat di masjid

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu amal yang dapat menghapus kesalahan (dosa) dan meninggikan derajat?” Para sahabat menjawab, ”Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, ”(Yaitu) menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, banyaknya langkah menuju masjid, menunggu sholat setelah mendirikan shalat. Itulah ar-ribath (kebaikan yang banyak).” (HR. Muslim no. 251). 

Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مَنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat. (HR. Muslim no. 666).

Kedua, menunaikan haji yang mabrur

Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT. Haji seperti ini memiliki dampak yang besar bagi kehidupan seseorang, terutama dalam pengampunan dosa-dosa masa lalu. 

Ada beberapa faktor yang membuat haji menjadi mabrur, di antaranya adalah niat yang tulus, menghindari dosa, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya. (HR. Bukhari no. 1521).

Ketika seseorang berangkat menunaikan haji, niatnya harus murni karena Allah. Niat yang tulus dan ikhlas adalah kunci utama dalam mewujudkan haji yang mabrur. 

Niat yang tulus juga dianggap sebagai tanda keikhlasan seseorang kepada Allah SWT. Melaksanakan haji mabrur dengan niat yang murni, Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.

Ketiga, menunaikan puasa arafah dan puasa asyura

Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Hari ini juga dikenal sebagai Hari Arafah, yang merupakan salah satu puncak ibadah haji.

Salah satu keutamaan besar puasa Arafah adalah penghapusan dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah akan menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.

Sebagaimana dijelaskan dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa asyura (10 Muharram) akan menghapus dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim). 

Di sisi lain, amalan yang bisa menghapuskan dosa yaitu menunaikannpuasa asyura.  

Puasa Asyura adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini juga dianggap sebagai praktik yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Menurut sejarah, puasa asyura telah dilakukan oleh umat Islam sejak zaman Rasulullah. Sehingga, ketika seseorang melaksanakan puasa asyura, maka akan dihapuskan dosa-dosanya.  

Dari Abu Qatadah Al Anshari, berkata:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162), seperti yang dilansir dari republika.  

(Rini)

#Religi #Islami #Doa