Breaking News

Tenda Pengungsian di Rafah di Bom Israel, Begini Kata WHO

Warga Palestina berjalan di daerah yang diserang udara oleh Israel di Rafah, Jalur Gaza, pada Jumat, 9 Februari 2024.

D'On, London (Inggris),- 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (3/3/2024) menyampaikan keprihatinan atas dugaan pengeboman oleh Israel pada tenda-tenda yang menaungi warga sipil di Rafah, Jalur Gaza selatan yang menyebabkan korban jiwa.

"Laporan menyatakan tenda-tenda yang menaungi warga di Rafah dibom, dilaporkan menewaskan 11 orang dan melukai 50 lainnya, termasuk anak-anak, sungguh keterlaluan dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata," kata Sekjen WHO,  Tedros Adhanom Ghebreyesus pada platform X dikutip Antara.

"Di antara mereka yang tewas adalah petugas kesehatan. Petugas kesehatan dan warga harus dilindungi kapan pun," kata dia, mendesak Israel untuk melakukan gencatan senjata.

Lebih 1,4 juta warga Palestina mengungsi akibat serangan Israel di Gaza berkumpul di Rafah, mencari perlindungan dari pertempuran.

Rencana Israel untuk melakukan serangan terhadap kota tersebut telah menimbulkan peringatan internasional. Banyak negara mendesak agar operasi tersebut ditahan atau dibatalkan.

Menurut Kementerian Kesehatan di wilayah tersebut setidaknya 30.320 orang terbunuh dan 71.533 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, 

Sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan awal yang dilakukan kelompok Palestina Hamas.

PBB mengatakan tempat penampungan di Gaza melebihi kapasitas. Sementara makanan serta air habis. Badan itu memperingatkan akan meningkatnya risiko kelaparan.

Sumber:Beritasatu.com


#Internasional #Rafah #AgresiIsrael #Palestina