Breaking News

Ledakan di Markas Brimob Surabaya Diduga Akibat Penyimpanan Bahan Peledak yang Tidak Memenuhi Standar

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugiarto 

D'On, Surabaya (Jatim),-
Ledakan yang mengguncang Markas Komando Satuan Brimob Surabaya, khususnya di Detasemen Gegana, menurut penyelidikan awal, disebabkan oleh ruang penyimpanan bahan peledak yang tidak memenuhi standar keamanan. Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto, mengonfirmasi bahwa ruang penyimpanan tersebut memiliki dimensi yang kecil, hanya 2 x 3 meter persegi, dan bangunan tersebut telah berdiri sejak tahun 1951.

Menurut Imam, ledakan diduga berasal dari gudang penyimpanan bahan peledak, termasuk bondet dan bahan pembuat petasan. "Terdapat pula bahan seperti black powder, serbuk petasan seberat 1 kg," ungkapnya.

Imam menjelaskan bahwa ledakan kemungkinan dipicu oleh paparan sinar matahari yang panas pada pagi hari, sehingga memicu reaksi bahan peledak tersebut.

Meskipun ledakan terjadi, Imam menegaskan bahwa kategori ledakan ini tergolong rendah. "Ledakan ini tergolong low explosive karena banyak saksi mata melihat asap putih, yang merupakan ciri khas dari ledakan low explosive," jelasnya.

Kapolda juga menyampaikan bahwa meskipun ada 10 korban yang mengalami luka ringan, dampak dari ledakan tersebut relatif terkendali. Para korban sedang melakukan latihan di dekat lokasi saat kejadian. "Dampak ledakan ada korban anggota kita 10 luka ringan. Dari gudang penyimpanan bahan peledak ke tempat latihan kebetulan 15 anggota sedang latihan olah TKP pascaledakan di kontainer untuk latihan berjarak 10 meter," ucapnya.

Imam menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan perbaikan dan penguatan keamanan di Markas Brimob Surabaya guna mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.

(*)

#Peristiwa #Ledakan #PoldaJatim