Breaking News

Kelaparan Akut Membayangi Gaza Utara, Tim INH Berjuang Menyelamatkan Nyawa

INH dari Indonesia berhasil menyalurkan bantuan ke Gaza Utara meskipun zona tersebut dijaga ketat oleh pasukan Israel.

D'On, Gaza,-
Sebuah laporan terbaru dari Inisiatif Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) mengungkapkan bahwa kelaparan akut semakin meluas di Gaza Utara, dengan proyeksi bahwa kondisi ini akan mencapai puncaknya sebelum Mei 2024, kecuali terjadi gencatan senjata yang mendesak.

Dalam laporan tersebut, ditemukan bahwa seluruh penduduk Jalur Gaza, sekitar 2,23 juta orang, menghadapi tingkat kerawanan pangan yang tinggi, dengan perkiraan bahwa 1,1 juta orang atau setengah dari populasi akan mengalami kelaparan.

International Networking for Humanitarian (INH), lembaga yang memiliki perwakilan di Jalur Gaza, terus berupaya keras menyalurkan jenis kebutuhan penting bagi masyarakat Gaza yang mengungsi ke Khan Younis, di selatan Gaza.

Yang terbaru, INH berhasil menembus zona merah yang dijaga ketat oleh banyak pasukan Israel, yaitu Gaza Utara, yang merupakan zona paling parah yang terdampak oleh agresi terkini. Kelaparan yang melanda warga yang terjebak di utara telah mengakibatkan kematian 23 anak Gaza dalam beberapa hari akibat malnutrisi akut.

Tim relawan INH di lapangan berhasil menyalurkan beberapa jenis bantuan untuk warga Gaza utara, termasuk 5.000 makanan hangat, 500 paket sembako, dan 250 pakaian penghangat. Bantuan ini disalurkan di seputaran Gaza utara, termasuk di Jabalia, Bayt Lahiya, Bayt Hanoun, dan Shujaiya.

"Tim kami di Gaza terus bekerja di bawah ancaman serangan udara dan darat, serta duka kehilangan kerabat dekat mereka. Namun, mereka tetap berjuang untuk menyampaikan amanah dari masyarakat Indonesia," ujar Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim.

Luqmanul menambahkan bahwa INH telah berhasil menyalurkan berbagai jenis bantuan dari Gaza utara ke Gaza selatan selama periode lima bulan terakhir, dengan anggaran sekitar Rp 6,5 miliar, yang telah memberikan bantuan kepada 75.986 keluarga atau setidaknya 379.930 warga di sepanjang Jalur Gaza.

Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah harga kebutuhan pokok yang meroket tajam sejak dimulainya agresi, ditambah dengan terbatasnya barang-barang dan akses kemanusiaan yang membuatnya menjadi barang langka. Blokade dari berbagai arah telah meningkatkan tingkat kelaparan dan malnutrisi akut di Gaza, mengancam warga dengan sama besarnya seperti serangan udara dan darat pasukan Israel.

(*)

#Gaza #Internasional #Palestina