Breaking News

Gagal di Pemilu: Timses Depresi, Serangan Fajar Ditarik Kembali

Timses Caleg Depresi, Tarik Kembali Amplop Serangan Fajar 

D'On, Cirebon, Jawa Barat,-
Dua anggota tim sukses (timses) dari salah satu calon legislatif (caleg) di tingkat kabupaten dilaporkan mengalami tekanan psikologis yang cukup berat pasca-kegagalan dalam mengantarkan caleg andalan mereka meraih kursi legislatif. Meskipun awalnya optimis dengan potensi suara yang tinggi, kenyataan pahit menghantui mereka ketika caleg yang mereka dukung tidak berhasil memenangkan kursi.

Salah satu timses yang enggan disebutkan identitasnya, berbicara tentang rasa putus asa yang menyelimuti dirinya dan rekannya setelah upaya keras mereka dalam sosialisasi dan pendistribusian sembako serta uang tunai tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Bahkan, kekecewaan itu begitu besar hingga salah satu timses nekat mengambil kembali amplop berisi uang yang sebelumnya telah dibagikan kepada warga menjelang pemungutan suara.

"Dimintain lagi tuh, orangnya pada engga bener. Saya yang dimarahin sama calegnya, bilangnya iya iya iya, ternyata bohongin. Saya dimarahin sama caleg sampai lari-lari kemana-mana," ujar salah satu anggota timses.

Meskipun berusaha menarik kembali amplop tersebut, upaya mereka terbukti sia-sia karena sebagian besar masyarakat telah menggunakan uang tersebut dan hanya sedikit yang dapat mereka tarik kembali. Hal ini menambah beban psikologis mereka, terutama karena janji suara yang tinggi tidak tercapai.

Diselubungi rasa putus asa, keduanya memutuskan untuk mencari ketenangan di padepokan Al-Busthomi, yang dikenal sebagai tempat untuk mengatasi depresi dan masalah psikologis lainnya. Pemimpin padepokan, Kang Ujang Busthomi, menyatakan bahwa timses yang mengalami tekanan psikologis akibat kekalahan politik sudah beberapa kali datang meminta bantuan. Dia mencoba memberikan nasihat dan memberikan dukungan spiritual untuk membantu mereka mengatasi krisis mental yang mereka alami.

Meskipun upaya tersebut telah membantu sebagian timses untuk merasa lebih tenang, upaya yang lebih lanjut seperti terapi mandi malam dan kegiatan keagamaan seperti salat dan mengaji juga direncanakan untuk membantu mereka pulih dari keadaan yang sulit ini.

Kejadian ini menyoroti tidak hanya dampak politik dari kekalahan seorang caleg, tetapi juga dampak psikologis yang serius yang dapat dialami oleh anggota tim sukses yang terlibat dalam proses politik ini.

(VV)


#Pileg2024 #Pilpres2024 #Depresi #Pemilu2024