Breaking News

Hindari Perbuatan Buruk Saat Rajab dan Perbanyak Amalan Saleh

Ilustrasi 

Dirgantaraonline.co.id,-
 Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalendar lunar Islam atau hijriah. Pada waktu tersebut dianggap sebagai salah satu bulan yang suci dalam Islam dan dianjurkan untuk berpuasa serta menghindari hal-hal buruk, seperti  bermaksiat.

Rajab masuk ke dalam waktu-waktu yang dimuliakan asyhur al-hurum. Dilansir dari laman NU Online, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:

  اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangi lah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS At-Taubah [9]: 36).

Kemudian menurut dan maksud asyhur al-Hurum dalam ayat tersebut, yaitu bulan-bulan Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Imam Fakhruddin al-Razi menjelaskan:

"Ada alasan tersendiri mengapa dinamakan al-hurum karena jika ada yang berbuat maksiat pada bulan-bulan tersebut akan dibalas dengan lebih berat. Begitu juga orang berbuat ketaatan, akan mendapat pahala lebih banyak (Al-Razi, Mafatih al-Ghaib, juz 16, halaman 53).

Menurut Sayyid Abu Bakar Syattha’ dalam I’anah at-Thalibin, Rajab sendiri diambil dari kata At-Tarjib yang berarti memuliakan, karena masyarakat Arab dahulu lebih memuliakannya dibanding bulan lainnya. 

Rajab disebut juga Al-Ashabb yang berarti mengucur, karena kebaikan pada bulan ini mengucur deras. Dinamakan pula Al-‘Ashamm yang berarti tuli, karena pada bulan tersebut tidak terdengar gemerincing senjata untuk berkelahi. 

Selain itu dinamakan _Rajam_ yang berarti melempari karena pada bulan ini para musuh dan setan dilempari, sehingga tidak bisa lagi mengganggu para wali Allah dan orang-orang saleh.

Sementara itu, menurut Imam Al-Ghazali, kesunahan berpuasa lebih ditekankan pada hari-hari yang memiliki kemuliaan. Pada bulan ini merupakan momen seseorang untuk memperoleh kemuliaan tersebut. 

"Memperoleh kemuliaan tersebut adakalanya dalam setiap tahun, setiap bulan ataupun setiap minggu. Dalam kategori tahunan terdapat pada bulan Zulhijjah, Muharram, Rajab, dan Syaban" (Imam al-Ghazali, Ihya ‘Ulumiddîn, juz 3, h. 431).  


(Rini)

#AmalanRajab #Rajab #Islami #Religi #Global