Mengatasi Anak Kecanduan Gadget, Who The Boss ?

Dirgantaraonline,- "Anak saya kecanduan HP, sampai susah makan, dipanggil gak peduli, disuruh malah berontak, gimana solusinya?"


"Ya..diambil saja HP nya, sembunyikan charge nya, jangan diisi pulsa, jangan diisi paket data".

"Tapi dia marah marah, nangis, ngamuk, dan tantrum. Saya gak sanggup mengatasinya."

"Harus sanggup, yang pertama memberi gadget HP siapa? Orang tua kan? Ya orang tua juga lah yang harus mengambil gadget HP dan menggantikannya."

Saya lalu melihat si ibu berusaha mengambil HP dari anaknya.

Anaknya marah marah...

Dijambak jilbab ibunya, dipukul badan ibunya..dan saya lihat si ibu hanya diam saja..

Jilbab dijambak ketarik sampai kesakitan pun dibiarkan. Hanya lirih mengatakan, "Gak boleh HP-an loh kata itu Bu Afi."

Ya disitulah letak kesalahan terbesar orang tua.

Anak anak sudah diposisikan menjadi "BOS" dan orang tua menjadi "pelayan".

Makin lama makin menjadi jadi, sampai orang tua gak sanggup mengatasi dan akhirnya dibawa ketempat terapi.

Kata seorang trainer terapi di Australia, ketika ditanya oleh orang seorang peserta tentang gimana mengatasi anak tantrum, jawabanya simple.

"Who's the boss?"

Orang tua atau anak yang jadi boss nya.

Jangan kalah sama anak.

Anak menangis, tantrum, ya dibiarkan. Tetap jangan diberikan apa yang dia mau.

Karena tantrum ini akan terus menjadi senjata anak untuk mendapatkan sesuatu.

Jangan panik liat anak nangis, nanti juga akan diam sendiri.

Harus tahan mendengar dan melihat tangisnya anak.

Nggak ada ceritanya anak mati gara gara menangis...

Tetap tenang, pegang tangannya, dan sigap mencegah jika anak mau memukul dan sebagainya.

Tehnik khusus menangani anak tantrum bisa bervariasi, tergantung dari kondisi tantrum nya.

Bisa didekap dari belakang, bisa ditekuk, atau didudukan di bean bag, atau yang sangat parah ditengkurebkan diatas matras. Dan masih banyak tehnik lainnya.

Intinya terapis harus sigap.

Telat sedikit terapis yang bonyok kena pukulan, jambakan dan cakaran.

Prinsipnya adalah anak harus diberi pemahaman bahwa tidak semua keinginan dia bisa dipenuhi. Bahwa ia tidak boleh menjadi raja yang semua keinginanya harus dituruti.

Setelah anak paham bahwa usaha nya (tantrum) tadi tidak membuahkan hasil dan akhirnya tenang, beri anak reward pelukan, usapan kepala, punggung dengan penuh kasih sayang, dan bisikan pada anak, "Kamu hebat, Ibu sayang kamu."

Janganlah anak biarkan bengong tanpa aktivitas. Berikanlah anak permainan yang lebih menarik dibanding gadget. Main air, main pasir, main bubble, banyak macamnya.

Orang tua juga harus ingat, temani anak bermain. Jangan mintanya anak lepas dari HP tapi orang tua sendiri  selalu main HP didepan anak.


"Children see, children do"


Penulis Bunda Afiyah Latifah Tauhid


#Parenting #Keluarga


Powered by Blogger.