Terjerat Hutang Pinjol, Ibu Tega Habisi Balitanya di Kamar Hotel

D'On, Solo (Jateng),- Seorang bocah berusia 3 tahun 7 bulan ditemukan tewas di salah satu hotel di wilayah Gajahmungkur, Semarang, Selasa (10/5). Belakangan terungkap, bocah malang tersebut dibunuh oleh ibunya sendiri.


Pelaku bernama Riska (34) nekat membekap anak balitanya yang tengah terlelap. Usai membunuh korban, pelaku diketahui sempat berupaya bunuh diri namun gagal.

Kasus ini berawal saat pihak hotel mengingatkan pelaku karena sewa kamarnya telah habis. Petugas hotel mendapat informasi bila pelaku akan memperpanjang sewa, namun hingga dua jam tak ada lagi konfirmasi yang diberikan oleh pelaku.

"Ternyata sampai jam 6 sore tidak ada konfirmasi kemudian si resepsionis kembali datang ke sana bersama sekuriti dua orang dengan membawa master key," kata Donny.

Saat pintu kamar dibuka, petugas hotel tersebut kemudian menemukan Riska dan anaknya yang sudah dalam kondisi meninggal.

"Sang anak diduga ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia sedangkan sang ibu ditemukan dalam kondisi mungkin pingsan atau tidak sadar," lanjutnya.

Dugaan mengarah ke sang ibu

Donny menyebut bila tidak ada luka yang ditemukan di tubuh korban. Dugaan awal, korban telah dibunuh oleh ibunya sendiri.

"Tidak ada (luka)," jelasnya.

Sedangkan, sang ibu ditemukan dalam kondisi tak sadar dengan lilitan kain handuk di lehernya. Riska diduga membunuh anaknya dan melakukan upaya bunuh diri.

"Kemungkinan besar si anak sudah dibunuh duluan sebelum ibunya melakukan upaya bunuh diri," ungkapnya.

Polisi mengamankan Riska (34) ibu yang nekat membunuh anak kandungnya berusia 3 tahun 7 bulan di kamar hotel di Semarang kemarin. Polisi mengungkap motif pembunuhan itu karena pelaku takut suaminya karena telah mengambil uang tanpa izin.

"Si tersangka ini merasa takut karena telah menggunakan uang milik mereka suami istri," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, saat jumpa pers kasus di Mapolrestabes Semarang, Semarang, Rabu (11/5).

Irwan menyebut berdasarkan keterangan Riska, suaminya itu sosok yang baik dan tak pernah marah. Oleh karenanya ketika ditegur suaminya, Riska menjadi kalut.

"Tadi dari penjelasan yang bersangkutan karena kalut. Jadi kenapa kalut, 'karena suami saya ini orang baik, suami saya ini sepanjang saya menikah mempunyai dua orang anak (tidak pernah marah)'," kata Irwan menirukan keterangan Riska.

Setelah ditegur suaminya, Riska lalu kabur dan pergi ke salah satu hotel bersama anak balitanya. Secara spontan, Riska berusaha melakukan upaya bunuh diri setelah membekap anaknya hingga tewas.

"Dalam pemeriksaan CCTV diketahui tidak ada pihak lain selain korban dan tersangka yang masuk ke kamar ini," katanya.

Aksi pelaku itu ternyata dipicu masalah uang pinjaman online (pinjol). Kepada polisi Riska nekat mengambil uang tabungan senilai puluhan juta dan ditegur oleh suaminya. Uang puluhan juta itu akan dia gunakan untuk melunasi pinjol.

"Rekeningnya kosong dari 39 juta sisa sejuta oleh istrinya disebut uang tersebut telah digunakan oleh yang bersangkutan untuk membayar cicilan (pinjaman) online," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar di Mapolrestabes Semarang, Rabu (11/5).

Kepada polisi, Riska menyebut pihak yang meminjam di pinjol adalah temannya berinisial SS. Tagihan itu dialamatkan kepadanya karena terlanjur meminjamkan identitasnya ke SS.

"Jadi satu tahun sebelumnya menurut keterangan tersangka, KTP tersangka, tapi atas persetujuan tersangka itu dipinjamkan ke rekannya atas nama SS," jelas Irwan.

Dengan identitas Riska, SS meminjam uang sebanyak Rp 12 juta. Namun, karena tak pernah dibayar tagihan itu membengkak dan kini mencapai Rp 38 juta.

Polisi pun akan melacak keberadaan SS untuk mengkonfirmasi keterangan ini. "Untuk memastikan informasi dari tersangka bahwa KTP dipinjam dan seterusnya ini kami sedang mencari keberadaan SS.

(KV)


#Kriminal #Pembunuhan #Pinjol

Powered by Blogger.