Breaking News

Polisi Bantah Pengepungan Wadas: Kami Amankan yang Lari ke Dalam Masjid

D'On, Purworejo (Jateng),-  Polisi membantah mengepung masjid dan membubarkan kegiatan ibadah yang dilangsungkan di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo pada Selasa (8/2).


Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa video yang beredar di media sosial dinarasikan secara provokatif. Ia mengatakan, polisi berada di depan masjid untuk melakukan pengamanan dari serbuan massa.

"Polisi mengamankan yang di dalam masjid dari serbuan warga lain," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Rabu (9/2).

Ia menjelaskan bahwa selama proses pengukuran, massa yang menolak kegiatan tersebut berkumpul di depan masjid dimaksud.

Kemudian, terdapat beberapa warga yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Selain itu, kata Iqbal, terdapat aksi provokatif berupa pelemparan batu dari arah masjid sehingga membuat massa yang menyetujui kegiatan pengukuran itu mengejar.

"Massa pro mengejar, dan ada yang lari ke dalam masjid pakai celana pendek juga. Lihat videonya, polisi membelakangi masjid, polisi justru mengamankan orang di dalam masjid dari serangan massa pro yang kejar massa kontra," jelasnya.

Selain itu, Iqbal juga mengatakan bahwa tak ada upaya kepolisian masuk ke rumah warga secara asal untuk melakukan penangkapan.

Ia memastikan bahwa tindakan penangkapan kepolisian yang dilakukan terhadap sejumlah warga di Desa Wadas sudah sesuai prosedur.

"Ada provokasi. Saat akan diamankan mereka lari ke rumah penduduk," ucap Iqbal.

Aparat kepolisian mendatangi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2) pagi untuk mengawal tim pengukur lahan penambangan batuan andesit. Mereka dikabarkan menangkap warga yang dituding melakukan provokasi hingga mencopot spanduk penolakan proyek bendungan.

Proses pengamanan Desa Wadas untuk pengukuran proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener ini menuai kritik dan polemik di tengah masyarakat.

Penduduk Desa Wadas mengatakan jumlah warga yang ditangkap aparat kepolisian sampai saat ini sekitar 60 orang. Beberapa di antaranya merupakan anak-anak dan orang lanjut usia (lansia).

Jumlah tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan data yang dirilis kepolisian dimana ada 23 warga yang diamankan pada Selasa (8/2). Mereka diduga bertindak anarkis selama proses pengukuran, dan membawa senjata tajam hingga melakukan provokasi.


(mjo/ain)

#desawadas#polisikepungdesawadas#sengketalahan