Tim SAR Pastikan Fokus Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Tak Diprioritaskan Satu Objek

D'On, Jakarta,- Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman menegaskan, jika proses pencarian yang dilakukan Tim SAR bukan fokus terhadap satu objek, melainkan seluruh objek seperti korban, serpihan maupun pencarian black box jenis Cockpit Voice Recorder (CVR).

"Kemudian fokus pencarian tidak ada diprioritaskan kepada satu objek. Jadi korban kita utamakan, CVR kita utamakan, serpihan juga kita utamakan," kata Risma saat jumpa pers di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1).

Guna memaksimalkan pencarian tersebut, kata Rasman, saat ini Tim SAR telah membagi personel yang nanti akan melakukan pencarian khusus terhadap objek serpihan, korban maupun CVR.

"Ada yang khusus mencari serpihan, korban, dan juga CVR. Itu mekanisme dalam pengaturan sehingga kita bisa maksimal. Karena kita menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat, khususnya yang mengalami korban. Yang selalu dinanti kapan keluarganya ditemukan," tuturnya.

Sedangkan terkait skema pencarian, Rasman menjelaskan bila Tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di dasar laut dengan mengerahkan 268 penyelam.

"Paling utama adalah pencarian lewat bawah permukaan. Pencarian lewat bawah permukaan kita lakukan dengan penyelaman," jelasnya.

"Sampai saat ini penyelam yang terdata yang masuk ke lokasi hari ini adalah sebanyak 268 orang dengan enam sektor. Saya fikir sudah cukup apabila kita efektifkan potensi dari penyelam-penyelam tersebut," tambahnya.

Temukan 141 Kantong Jenazah

Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 141 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 jurusan Jakarta-Pontianak. Pesawat jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu, sekitar pukul 14.39 WIB, Sabtu (9/1).

"Pada hari ini saya melaporkan kita mendapatkan 141 kantong jenazah berisi bagian tubuh atau body parts, 31 kantong kecil yang berisi serpihan pesawat dan 28 potongan besar pesawat," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito di JICT II, Jakarta Utara, Rabu (13/1).

"Tentunya juga Flight Data Recorder (FDR) yang kemarin sudah kita temukan," sambungnya.

Ia mengaku, dalam melakukan evakuasi korban dan pencarian serpihan pesawat pada hari ini adanya hambatan yakni faktor cuaca yang kurang bagus.

"Memang betul hambatan hari ini adalah faktor cuaca, mudah-mudahan besok cuaca akan lebih mendukung dan berjalan lancar dalam pelaksanaan operasi SAR," ujarnya.

Meski adanya hambatan cuaca, mereka tetap bersemangat dalam melaksanakan tugasnya dalam melakukan pencarian atau evakuasi.

"Walaupun cuaca saya anggap tidak mendukung atau kurang mendukung, namun di sela-sela cuaca yang kadang-kadang bagus dan tidak, masih tetap semangat melaksanakan operasi pencarian atau operasi SAR," ungkapnya.

Selain itu, untuk pencarian dan evakuasi korban pada Kamis (14/1) besok akan diperluas kembali areanya.

"Besok kegiatan kita tetap di area yang sama dengan melebarkan area untuk pencarian evakuasi korban, itu sebagai prioritas, dan serpihan-serpihan material dari pesawat," ucapnya.

Meski memperlebar area evakuasi korban, mereka akan memperkecil untuk area pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara kokpit yang masih belum ditemukan.

"Dan kita mungkin memperkecil untuk area-area yang sudah seperti CVR, karena sudah ada pointer sebelumnya di area mana kira-kira akan ditemukan," jelasnya.

"Yang akan bermain untuk pelaksanaan itu tetap sama, oleh KN Baruna Jaya, yang besok bersama KNKT akan melaksanakan pencarian. Dari tim SAR gabungan akan tetap melaksanakan operasi SAR besok dengan semangat, dengan prioritas pada evakuasi korban. Tentunya tidak kalah penting CVR dan material-material pesawat lainnya," tutupnya.


(mdk/fik)

Powered by Blogger.