Breaking News

Kapolda Metro Imbau Rizieq Patuhi Hukum atau akan Ditindak Sesuai Ketentuan

D'On, Jakarta,- Pimpinan Ormas FPI, Rizieq Syihab, dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya hari ini terkait kasus kerumunan di Petamburan beberapa waktu lalu. Pemeriksaan dijadwalkan pukul 10.00 Wib.

Tetapi sampai siang ini, Rizieq belum tampak di Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, meminta Rizieq bersikap kooperatif.

"Pada kesempatan ini kami mengimbau pada saudara MRS agar mematuhi hukum dengan memenuhi panggilan penyidik dalam rangka pemeriksaan," kata Fadil dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).

Sebelumnya Fadil menyampaikan polisi telah menindak tegas sejumlah orang diduga pengikut Rizieq di Tol Cikampek.

Fadil menegaskan, jika Rizieq tak mengindahkan pemanggilan polisi, pihaknya tentu siap bertindak tegas.

"Apalagi jika saudara MRS tidak penuhi panggilan, tim penyidik akan melakukan penegakan hukum selanjutnya sesuai ketentuan hukum berlaku," tegas Fadil.

Diduga Pengikut Rizieq Serang Petugas

Sebelumnya, Fadil mengungkap petugas mengambil tindakan tegas pada sejumlah orang yang diduga sebagai pengikut MRS. Tindakan tegas itu dilakukan karena sejumlah orang tersebut coba menyerang petugas di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari.

Fadil menjelaskan, kejadian bermula ketika enam orang anggota Polri sedang menyelidiki terkait rencana pemeriksaan Rizieq Shihab yang dijadwalkan berlangsung hari ini sekira pukul 10.00 WIB.

Dari informasi yang diterima kepolisian, akan terjadi pengerahan massa pada saat Rizieq Shihab dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

"Bahwa akan ada pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya. Terkait itu kami kemudian melakukan penyelidikan kebenaran info itu," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (7/12/2020).

Fadil menerangkan, kepolisian bertemu dengan salah satu kendaraan di ruas jalan tol. Ketika anggota Polda Metro Jaya membuntuti. Mobil itu memepet dan melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam.

Kepolisian pun melepaskan tembakan. Enam orang meninggal dunia lokasi kejadian. Sementara empat orang lainnya kabur.

"Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang ada enam orang yang meninggal dunia," tandas dia.


(mdk/lia)