Saudi Arabia Berencana Boikot Seluruh Produk Turki, Ada Apa?


D'On, Riyadh,- 
Pemerintah Arab Saudi pada hari Sabtu (03/10), belum memberi tanggapan atas deklarasi Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Arab Saudi, Ajlan al-Ajlan, yang meminta semua Warga Saudi untuk boikot seluruh produk asal Turki. Situasi terus memanas dalam beberapa waktu terakhir antara Arab Saudi dan Turki setelah Saudi memprotes keras kebijakan luar negeri Turki di Timur Tengah yang dianggap membahayakan.

Ketegangan kembali memuncak ketika Presiden Erdogan dalam pidato kenegaraanya di depan Majelis Umum PBB pada 22 September 2020, secara tidak langsung merendahkan martabat Negara Teluk, antara lain Arab Saudi, seperti yang dilansir dari GulfNews  .

1. Pernyataan Erdogan melukai citra Arab Saudi

Pernyataan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang mencoba membela Turki dari kritikan Negara Teluk terhadap kebijakannya di Timur Tengah, ternyata membuat beberapa Pejabat dan Masyarakat Arab Saudi naik darah. Dikutip dari Al Arabiya, ketika Erdogan menyampaikan pidato mengenai responnya terhadap kritikan Negara Teluk, ia sempat menyebutkan bahwa, "tidak boleh dilupakan jika negara-negara tersebut(Negara Teluk) tidak pernah ada, dan tidak akan ada di hari esok; Namun, kami akan terus mengibarkan bendera kami di wilayah ini selamanya, dengan izin Allah", ujar Erdogan di depan Majelis Umum PBB. 

Tajamnya bahasa yang digunakan Erdogan, membuat dirinya mendapat banyak tanggapan negatif, terutama dari Negara Teluk. Saling kejar-kejaran guna mendapat pengaruh besar di Kawasan Timur Tengah, baik Arab Saudi dan Turki semakin mendekatkan diri menuju konflik yang sulit untuk dihindari kedepannya. 

2. Ketua KADIN Saudi serukan aksi boikot terhadap produk-produk asal dan buatan Turki

Sebagai salah satu negara paling berpengaruh di Wilayah Teluk dan Timur Tengah, kemarahan tentunya tidak dapat dihindari oleh Arab Saudi setelah mendengar ucapan dari Presiden Erdogan. Meskipun Pemerintah Arab Saudi belum mengambil keputusan apa-apa, Ketua KADIN Arab Saudi, Ajlan al-Ajlan, menyerukan aksi boikot melalui tweet-nya pada hari Sabtu (03/10), terhadap seluruh produk yang dibuat maupun berasal dari Turki, dilansir dari Al Khaleej Today.

Ajlan menjelaskan jika pemboikotan ini adalah kewajiban bagi Warga Arab Saudi dan dapat ikut serta melalui aksi dengan menurunkan level impor, investasi, dan turisme dari ataupun ke Turki. Beberapa Masyarakat Saudi juga sudah mulai melakukan aksi boikot besar-besaran terhadap produk asal Turki dan meminta toko-toko lokal di Arab Saudi untuk memastikan mengganti setiap barang dari Turki menjadi produk lokal. 

3. Perekonomian Turki diprediksi akan jauh merosot jika Saudi resmi memboikot

Turki yang terlihat kuat dari luar dengan ekspansi pengaruh dan operasi militernya di Suriah, Libya, Laut Mediterania, dan yang terbaru Kaukasus, ternyata menyimpan satu rahasia buruk sejak tahun 2018 dimana tidak banyak orang yang menyadari. Dilaporkan Al Arabiya, situasi perekonomian Turki memasuki masa terburuknya di tahun 2020 setelah mata uang Turki, Lira, kehilangan nominalnya sebesar 22% dari nilai tukar aslinya terhadap Dollar AS.

Resesi di Turki semakin diperparah karena COVID-19 yang menyebar di awal tahun 2020. Hal lain, seperti defisit dan banyaknya Negara Barat yang mencabut investasi jangka panjang di Turki, ikut memperburuk ekonomi negara ini. Beberapa ahli menjelaskan jika Pemerintah Arab Saudi benar-benar akan memboikot seluruh kegiatan ekonomi, maka aksi itu dipercaya akan mempersulit eksistensi Pemerintahan Erdogan di Republik Turki. 

(Gulf/IDN)


No comments

Powered by Blogger.