Antisipasi Pengrusakan oleh Pendemo, Polisi Tempatkan Personel di Titik Vital


D'On, Jakarta,-
Persaudaraan Alumni 212 alias PA 212 beserta ormas lainnya akan berunjuk rasa menolak Omnibus Law di depan Istana Negara, Selasa (13/10). Polisi akan mengantisipasi adanya massa penyusup yang akan berbuat kerusuhan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya menyiagakan personel untuk berjaga-jaga di titik sentral, seperti stasiun dan terminal.

Hal ini untuk mengantisipasi kejadian perusakan fasilitas umum saat demo menolak Omnibus Law, Kamis (8/10) lalu terulang kembali.

“Iya kita antisipasi takutnya kelompok-kelompok Anarko ini bikin kerusuhan. Kalau kita temukan akan kita amankan mereka lagi,” ucap Yusri kepada wartawan, Selasa (13/10).

“Itu antisipasi kami secara preventif ya. Preemtif kita mengimbau semua masyarakat yang mau demo seharusnya tidak usah di masa pandemi COVID-19 ini tolong Jakarta ini kan masih zona merah ya,” tambahnya.

Sebanyak 12 ribu personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di dean Istana Negara, Jakarta.

“Pasukan 12 ribu pengamanan terdiri dari Polri, TNI dan Pemprov. Tapi masih ada kita siapkan kita ada yang standby. Itu pusatnya di Monas ya. Cadangan kita RI DPR,” jelasnya.

(mond/kmp)


No comments

Powered by Blogger.