Viral! Ngaku Polisi Seorang Pria Ludahi dan Maki Pesepeda

D'On, Jakarta,- Seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polri Viral di media sosial, Twitter @Dharma_tc. Pasalnya, pria tersebut bersikap arogan dengan memakai-maki juga meludahi para pesepeda hanya masalah sepele.

Dilihat di akun tersebut diposting pada Selasa (1/9). Dalam video itu terlihat seorang pria mengenakan kaos dan celana pendek nampak memaki-maki dua pesepeda itu.

"Oknum marah-marah dan melakukan kekerasan di Pasir Putih PIK-2. Mengaku-ngaku anggota polisi saat bersitegang dengan pengendara sepeda. Diakhiri dengan tindakan seperti meludahi pengendara sepeda," tulis akun @Dharma_tc seperti dikutip pada, Selasa (1/9).

Berdasarkan informasi, peristiwa itu dipicu permasalahan yang sepele. Lokasi keributan di wilayah PIK 2, saat dua pesepeda sedang parkir di parkiran mobil dan memompa ban sepedanya.

Saat sedang memompa ban, tiba-tiba datang sebuah mobil Toyota Alphard yang hendak parkir di tempat pesepeda itu. Hingga akhirnya pesepeda ini memindahkan sepedanya. Namun, mobil itu justru menyenggol sepeda dan ditegur.
Singkat cerita, sopir dan juga pemilik mobil tak Terima. Hingga akhirnya kedua belah pihak adu mulut dan saling dorong dan akhirnya seperti meludah.

Dua pesepeda itu tampak sudah meminta maaf. Namun, pria yang mengaku sebagai anggota polisi itu tetap memarahinya dengan nada yang tinggi. Bahkan ia mengaku sebagai anggota polri.

"Aku polisi, aku Perwira, kau jangan sentuh aku," kata pengendara Alphard.
Sementara itu pihak kepolisian membenarkan peristiwa tersebut. Bahkan, korban telah membuat laporan polisi.

"Itu dia melapor di Polsek Penjaringan, yang tangani Polsek Penjaringan tapi kayanya TKP-nya di Teluk Naga itu. Korban sudah melapor di Polsek Penjaringan," Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Wirdhanto dikutip dari merdeka.com, Selasa (1/9).

Ia menduga kalau pelaku bukanlah dari institusi Polri.

"Masih kita dalami ya, tapi kayanya bukan deh (dari Polri)," pungkasnya.

(mdk/rhm)

No comments

Powered by Blogger.