Senjata Makan Tuan, Maling Ini Tersabet Goloknya Sendiri


D'On, Garut (Jabar),- BU (32) warga Cidaun, Kabupaten Cianjur hampir mati oleh goloknya sendiri saat berkelahi dengan warga yang mengetahui aksi pencurian yang dilakukannya di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (21/8). Ia pun sempat harus mendapatkan perawatan karena luka di bagian leher, wajah, dan tangannya.

Panit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Wahyono Aji menyebut bahwa BU diduga melakukan aksi pencurian di salah satu kafe di Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut sekitar pukul 04.00.

"BU ini mengaku kalau dia mencuri motor di Kafe Seputih bersama 3 orang rekannya sesama warga Cianjur," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Aji mengatakan bahwa BU bersama rekannya mengaku hendak mencuri dua motor, yaitu motor matik dan trail. Satu motor matik berhasil diambil oleh tiga orang pelaku. Namun, saat BU hendak mengambil motor trail, aksinya diketahui warga yang saat itu tengah melintasi lokasi kejadian.

"Jadi saat itu ada beberapa orang warga yang melintas menggunakan mobil curiga dengan aksi BU yang sedang mengeluarkan motor trail dari parkiran kafe. Oleh warga, BU pun langsung diteriaki maling. Motor trail yang sedang dibawa langsung ditinggalkan, dan BU langsung lari. Warga langsung mengejarnya," katanya.

Warga, dijelaskan Aji, saat itu berhasil menangkap BU. Sebelumnya, BU sempat mengeluarkan senjata tajam jenis golok saat lari dari kejaran warga hingga akhirnya terjadi perkelahian. Seorang warga sempat terkena sabetan golok BU dalam perkelahian tersebut. Warga yang berusaha menangkap BU pun berupaya mengambil golok dan berhasil, namun perkelahian masih terus berlanjut.

BU sendiri akhirnya bisa ditangkap setelah ia terkena sabetan golok miliknya yang berhasil direbut warga. "Ada luka di leher, wajah dan tangan pelaku pencurian. Beruntung ia tidak mengalami luka lebih parah karena kita tiba di lokasi kejadian dan langsung mengamankan pelaku ke mapolsek," jelasnya.

Di Mapolsek, ungkap Aji, BU mengaku masuk ke area cafe dengan cara membongkar gembok pagar tralis. Pelaku mencuri motor dengan cara merusak kontak kendaraan menggunakan astag. Saat pelaku melakukan aksi pencurian, sejumlah pegawai cafe sebetulnya ada di dalam, namun tidak menyadari bahwa tempatnya sedang disantroni maling.

"Dari tangan tersangka kita amankan sejumlah barang bukti yang digunakan saat melakukan aksi pencurian, mulai HP, astag, golok, dan lainnya. Kita masih kembangkan kasus ini karena terduga pelaku ini mengaku menjalankan aksinya dengan tiga orang temannya. Dugaan kita, para pelaku ini merupakan spesialis pencurian kendaraan bermotor kelompok Cidaun," tutupnya. 

(mdk/rhm)

No comments

Powered by Blogger.