PM Imran Khan Tegaskan Pakistan Tak Akan Akui Israel Sampai Palestina Dapat Haknya


D'On, Pakistan,- Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyampaikan negaranya tak akan pernah mengakui Israel sampai masalah Palestina diselesaikan. Hal ini disampaikan PM Khan setelah Uni Emirat Arab (UEA) mencapai kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.

Dalam sebuah wawancara khusus dengan jaringan televisi Dunya News pada Selasa, Khan menyampaikan Islamabad tak akan ikut-ikutan mengakui Israel, mengacu pada Abu Dhabi, yang mencapai kesepakatan yang sangat kontroversial dengan Tel Aviv untuk membangun hubungan diplomatik.

"Pendirian kami sangat jelas dari dulu dan Quaid-i-Azam Muhammad Ali Jinnah telah menegaskan Pakistan tak akan pernah menerima Israel sampai rakyat Palestina mendapatkan hak-haknya dan negaranya," tegas Khan, dikutip dari Press TV, Kamis (20/8).

Lebih jauh PM Khan menekankan, mengakui Israel sama dengan mengabaikan pendirian Pakistan terkait wilayah mayoritas Muslim Kashmir.

"Kasus rakyat Palestina mirip dengan rakyat Kashmir dan hak-hak mereka (rakyat Palestina) telah direbut dan mereka telah menderita karena kekejaman Israel. Kedua persoalan itu punya latar belakang yang sama," jelasnya.

Wilayah Kashmir Himalaya terpecah antara India dan Pakistan sejak partisi pada 1947. Kedua negara telah berperang tiga kali memperebutkan wilayah tersebut. Wilayah Kashmir-India, dikenal sebagai Jammu dan Kashmir, menikmati otonomi sampai Agustus 2019 ketika pemerintahan Hindu nasionalis PM India Narendra Modi mencabut status tersebut.

Pada 13 Agustus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai antara UEA dan Israel yang difasilitasi Washington. Palestina menganggap kesepakatan itu ibarat tusukan dari belakang, sementara UEA mengklaim kesepakatan itu dirancang untuk menunda rencana aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Pendukung Palestina menolak klaim tersebut, mengatakan upaya normalisasi telah dilakukan sejak lama. PM Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan kembali aneksasi ditunda tapi rencana tetap berjalan.

Kemarahan memanas di Timur Tengah dan sejumlah negara Muslim terkait kesepakatan tersebut.

Di Pakistan, sekitar 10 ribu orang melakukan unjuk rasa diorganisir aktivis politik dan agama di sejumlah kota pada akhir pekan mengecam UEA.

Unjuk rasa menyuarakan dukungan penuh untuk Palestina dan pembebasan Al-Quds Yerusalem, menekankan bahwa kompromi dengan penjajah merupakan pengkhiatan besar terhadap Palestina dan seluruh dunia Islam.

(presstv/mdk/mond)

No comments

Powered by Blogger.