Semua Suspect COVID-19 yang Meninggal akan Dimakamkan Sesuai Protokol


D'On, Jakarta,-  Kepala Gugus Tugas untuk penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengatakan bahwa saat ini semua pasien suspect COVID-19 yang meninggal akan dimakamkan sesuai protokol meskipun hasil tes belum keluar. Hal itu untuk menghindari adanya salah prosedur pemakaman bagi pasien positif COVID-19.

Doni menyampaikan itu dalam keterangan persnya usai rapat terbatas bersama Presiden Joko "Jokowi" Widodo, yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Kabinet RI, Senin (20/4).

1. Walau hasil belum keluar, pemakaman akan sesuai protokol COVID-19

Doni menjelaskan, nantinya, jika ada pasien suspect virus corona yang meninggal sebelum hasil keluar, maka tetap akan dimakamkan sesuai prosedur COVID-19. Hingga hasil keluar, maka jenazah baru bisa dinyatakan negatif atau positif.

"Tes belum keluar, maka seluruh pasien (suspect) COVID-19 itu tetap dimakamkan secara COVID-19, artinya semua pasien dimakamkan secara COVID sampai akhir hasilnya keluar baru bisa diputuskan jenazah itu statusnya COVID atau non-COVID," jelas Doni.

2. Bercermin dari kasus seorang pejabat yang tak dimakamkan sesuai prosedur

Adanya kebijakan tersebut karena sebelumnya pernah ada kasus seorang pejabat yang dimakamkan tanpa prosedur COVID-19, namun ternyata dia positif terinfeksi virus corona. Pemerintah pun tak ingin hal itu terjadi lagi.

"Ini mengacu pada peristiwa beberapa minggu lalu, salah satu pejabat kita ada yang wafat, kemudian dimakamkan dengan standar biasa yang reguler. Setelah beberapa lama kemudian ditemukan positif COVID," tutur dia.


3. Setelah ada hasil, status pasien akan dinyatakan sebagai negatif atau positif virus corona

Untuk menghindari pasien COVID-19 salah prosedur pemakaman, akhirnya pemerintah memutuskan bahwa pasien suspect virus corona yang meninggal akan diperlakukan seperti pasien positif.

"Maka semua pasien yang meninggal dunia diperlakukan sebagai pasien COVID dan setelah ada hasilnya Kemenkes baru bisa memutuskan pasien itu positif atau negatif," ujarnya.

(mond/IDN)

No comments

Powered by Blogger.