Bentrok dengan Pelanggar Lockdown, Tangan Polisi India Terpotong

D'On, India,- Seorang polisi India terpotong tangannya dan sejumlah polisi lainnya terluka setelah mereka terlibat bentrok dengan sekelompok orang yang melanggar aturan lockdown.

Serangan itu terjadi di pasar sayur Sanaur di distrik Patiala, sekitar 72 km barat daya Chandigarh, ibu kota Punjab.

"Dalam insiden yang disayangkan pagi ini, sekelompok Nihang melukai beberapa petugas polisi dan seorang pejabat Dewan Mandi di Sabzi Mandi, Patiala."

"ASI Harjeet Singh yang tangannya terputus telah mencapai PGI Chandigarh," kata Kepala Polisi Punjab dalam sebuah pernyataan singkat, dilansir dari laman The Star, Senin (13/4).

Institut Pendidikan dan Penelitian Medis Pascasarjana (secara lokal disebut PGI) adalah fasilitas kesehatan utama di Chandigarh.

Polisi telah mengidentifikasi para penyerang sebagai Nihang, pejuang Sikh bersenjata. Usai serangan tersebut, para Nihang melarikan diri ke Gurdwara (kuil Sikh) Khichri Sahib. Namun, polisi berhasil menangkap tujuh dari mereka.

Para pejabat mengatakan salah satu dari mereka terluka akibat tembakan polisi dan dipindahkan ke rumah sakit.

Pemerintah Punjab pada hari Jumat (10/4) memperpanjang lockdown yang sedang berlangsung di negara bagian itu hingga 1 Mei.

Tercatat, per hari Senin (13/4), ada 9.240 kasus positif terinfeksi virus COVID-19 di India dengan kematian mencapai angka 331 kasus.

(mond/akurat)

No comments

Powered by Blogger.