Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polres Pessel Gempur PETI di Jantung TNKS, Puluhan Mesin Tambang Ilegal Dimusnahkan

15 May 2026 | May 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T14:19:49Z

Polres Pessel Gempur PETI di Jantung TNKS, Puluhan Mesin Tambang Ilegal Dimusnahkan



D'On, Pesisir Selatan — Komitmen memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali ditunjukkan jajaran Polres Pesisir Selatan. Bersama TNI, Satpol PP, dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), aparat gabungan menggelar operasi besar-besaran menyisir kawasan hutan lindung TNKS yang selama ini diduga menjadi sarang aktivitas tambang emas ilegal.


Operasi yang berlangsung sejak Minggu (10/5) hingga Selasa (12/5) itu dipimpin personel Polres Pesisir Selatan di bawah komando Aiptu Adani Erman. Tim gabungan melakukan penetrasi jauh ke pedalaman hutan di wilayah administratif Kecamatan Batang Kapas demi memburu praktik PETI yang dinilai semakin merusak lingkungan dan mengancam kelestarian kawasan konservasi negara.


Dengan menempuh perjalanan darat sekitar 9 kilometer menembus medan berat dan kawasan hutan lebat, aparat akhirnya menemukan sebuah lokasi tambang ilegal lengkap dengan base camp besar di tengah kawasan TNKS. Di lokasi tersebut, petugas mendapati pondok utama berukuran sekitar 10x15 meter yang diduga menjadi pusat aktivitas para pelaku PETI.


Tak hanya itu, aparat juga menemukan berbagai peralatan tambang berskala besar, mulai dari mesin dongfeng, genset, hingga 30 unit mesin gelondong yang biasa digunakan untuk mengolah material emas ilegal. Seluruh fasilitas tambang itu langsung dimusnahkan di tempat agar tidak lagi digunakan oleh para pelaku.


Nilai seluruh barang yang dihancurkan diperkirakan mencapai Rp125 juta.


Langkah tegas ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku PETI yang nekat beroperasi di kawasan hutan konservasi. Polres Pesisir Selatan menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap aktivitas tambang ilegal yang merusak ekosistem, mencemari lingkungan, dan melanggar hukum.


Meski saat penggerebekan tidak ditemukan para penambang di lokasi, aparat memastikan operasi belum berakhir. Dari hasil pemantauan udara menggunakan drone, polisi telah mengantongi sejumlah titik koordinat bedeng dan lokasi tambang lain yang diduga masih aktif di kawasan TNKS.


“Operasi ini akan terus berlanjut. Seluruh titik yang teridentifikasi akan ditindak tegas,” tegas pihak kepolisian.


Usai operasi, petugas juga memasang papan larangan di sejumlah titik rawan sebagai bentuk peringatan bahwa kawasan TNKS merupakan wilayah konservasi yang tidak boleh dijadikan lokasi aktivitas tambang ilegal dalam bentuk apa pun.


Polres Pesisir Selatan menegaskan perang terhadap PETI bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga upaya menyelamatkan hutan dan lingkungan hidup dari kerusakan yang semakin masif akibat eksploitasi liar.


(Mond)


#PETI #Daerah #KabupatenPesisirSelatan

×
Berita Terbaru Update