Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mantan Kepala Jorong di Nagari Mungo Diterpa Isu Perselingkuhan, Nama ASN RSUD Lubuk Sikaping Ikut Terseret

15 May 2026 | May 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T14:05:22Z

Mantan Kepala Jorong di Nagari Mungo Diterpa Isu Perselingkuhan, Nama ASN RSUD Lubuk Sikaping Ikut Terseret



D'On, Pasaman - Nagari Mungo kembali diguncang isu panas yang menyeret nama seorang mantan kepala jorong berinisial A. Sosok yang dulunya dipercaya memimpin lingkungan masyarakat itu kini menjadi sorotan tajam setelah diduga terlibat hubungan terlarang dengan seorang perempuan bersuami berinisial M.


Dugaan perselingkuhan tersebut disebut-sebut telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan kini mulai terbongkar ke publik. Kabar itu pun cepat menyebar dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat, mulai dari warung kopi hingga media sosial.


Informasi yang beredar menyebut, hubungan keduanya diduga bukan sekadar kedekatan biasa. Warga menduga ada hubungan spesial yang dinilai telah mencoreng norma sosial, etika, dan moral di lingkungan masyarakat Nagari Mungo.


“Kalau benar itu terjadi, ini sangat memalukan. Apalagi yang bersangkutan dulu pernah dipercaya masyarakat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Suami sah dari M dikabarkan murka setelah mengetahui dugaan hubungan tersebut. Ia disebut merasa rumah tangganya dirusak dan harga dirinya diinjak-injak. Pihak keluarga pun disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap A.


Situasi semakin memanas setelah muncul informasi bahwa A diduga meninggalkan kampung halaman dan pergi ke Pasaman, tepatnya ke tempat tinggal istri pertamanya yang berinisial RH. RH sendiri disebut-sebut merupakan seorang ASN PPPK yang bertugas di RSUD Lubuk Sikaping.


Tak hanya itu, polemik kian melebar setelah kelompok yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli Integritas Publik melaporkan dugaan perselingkuhan tersebut, termasuk dugaan beredarnya konten asusila yang dikaitkan dengan suami RH, kepada Direktur RSUD Lubuk Sikaping serta bagian kepegawaian dan komite etik rumah sakit.


Mereka mendesak pihak rumah sakit agar tidak tinggal diam terhadap isu yang dinilai telah mencoreng nama institusi.


“Kami meminta RSUD Lubuk Sikaping tidak bersikap pasif. Jangan sampai ada kesan menutupi fakta yang sudah ramai dibicarakan publik,” tegas perwakilan kelompok tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari A, M, maupun pihak RH terkait berbagai tuduhan yang beredar. Sementara itu, masyarakat terus menanti penjelasan agar isu yang berkembang tidak semakin liar dan memicu kegaduhan sosial lebih luas.


Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyeret nama mantan tokoh masyarakat dan aparatur negara. Warga berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan penjelasan terbuka demi menjaga kondusivitas dan menghindari fitnah di tengah masyarakat.


(Tim)


#Perselingkuhan #Daerah #KabupatenPasaman

×
Berita Terbaru Update