Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gerak Cepat Fadly Amran: Juli 2026, Pemko Padang Mulai Perbaiki 16 Irigasi Rusak Pascabencana Senilai Rp226 Miliar

14 May 2026 | May 14, 2026 WIB Last Updated 2026-05-14T07:23:22Z

Gerak Cepat Fadly Amran: Juli 2026, Pemko Padang Mulai Perbaiki 16 Irigasi Rusak Pascabencana Senilai Rp226 Miliar




D'On, PADANG.— Pemerintah Kota Padang menunjukkan langkah cepat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. Atas instruksi langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebanyak 16 titik daerah irigasi yang mengalami kerusakan segera memasuki tahap pengerjaan permanen mulai pertengahan Juli 2026.


Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya besar Pemko Padang untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dasar masyarakat, khususnya sektor pertanian yang selama ini terdampak cukup serius akibat bencana alam yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi irigasi merupakan prioritas utama pemerintah daerah demi memastikan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.


“Tujuannya supaya masyarakat terdampak tidak lagi merasakan dampak bencana sebelumnya, dan seluruh infrastruktur yang rusak dapat segera kembali berfungsi secara optimal,” ujar Malvi Hendri, Rabu (13/5/2026).


Infrastruktur Irigasi Jadi Fokus Utama Pemulihan


Kerusakan infrastruktur irigasi akibat bencana sebelumnya tidak hanya mengganggu distribusi air ke lahan pertanian, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas pertanian masyarakat di berbagai wilayah Kota Padang.


Karena itu, Pemko Padang memilih melakukan penanganan permanen dengan pendekatan rekonstruksi menyeluruh, bukan sekadar perbaikan sementara.


Berdasarkan perencanaan teknis Dinas PUPR, terdapat 16 titik daerah irigasi yang menjadi fokus pekerjaan fisik permanen, meliputi:


  • Bendung Limau Manis
  • Rekonstruksi Bendung Beringin yang mencakup wilayah Lubuk Sarik, Beringin, dan Lubuk Hantu
  • Bendung D.I. Kapalo Hilalang
  • Bendung D.I. Sei Latung
  • Bendung D.I. Sei Guo
  • Bendung Rasak Bungo
  • Bendung Koto Lalang
  • Rekonstruksi Bendung Batu Busuk yang melayani kawasan Sungkai I dan Pasa Lalang
  • D.I. Lubuk Lagan
  • D.I. Guo Atas
  • D.I. Lubuk Minturun
  • D.I. Lubuk Laweh
  • D.I. Lolo
  • D.I. Lolo 2


Seluruh titik tersebut merupakan infrastruktur vital yang berfungsi mengalirkan kebutuhan air pertanian masyarakat serta menopang ketahanan pangan di sejumlah kawasan produksi pertanian Kota Padang.


Tahap Perencanaan Dikebut, Kontrak Ditargetkan Juli


Saat ini, Dinas PUPR Kota Padang tengah menuntaskan tahapan perencanaan teknis dan administrasi yang ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.


Percepatan tersebut dilakukan agar proses pengadaan dapat segera berjalan dan kontrak pekerjaan fisik dapat ditandatangani pada pekan kedua Juli mendatang.


Menurut Malvi Hendri, sebelum pengerjaan permanen dilakukan, pemerintah sebenarnya telah melakukan penanganan awal melalui skema Operasi dan Pemeliharaan (OP). Langkah darurat itu dilakukan agar aliran air menuju lahan pertanian masyarakat tetap berjalan dan aktivitas petani tidak lumpuh total.


“Penanganan sementara sebelumnya dilakukan melalui skema OP agar distribusi air tetap tersedia bagi masyarakat. Namun, pengerjaan permanen akan mulai dilaksanakan penuh pada pertengahan Juli nanti,” jelasnya.


Rp226 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Infrastruktur Kota


Keseriusan Pemko Padang dalam percepatan pemulihan infrastruktur juga terlihat dari besarnya alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah daerah.


Untuk mendukung program percepatan rehabilitasi pascabencana, Pemko Padang mengalokasikan anggaran sekitar Rp226 miliar yang difokuskan pada pembangunan dan pemulihan infrastruktur strategis.


Anggaran tersebut mencakup:

  • Perbaikan jalan rusak
  • Normalisasi dan pembangunan drainase
  • Rehabilitasi jaringan irigasi
  • Rekonstruksi infrastruktur penunjang produktivitas masyarakat


Kebijakan ini dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian yang sangat bergantung pada keberadaan jaringan irigasi yang stabil dan berfungsi baik.


Selain menjaga ketahanan pangan daerah, rehabilitasi irigasi juga diproyeksikan mampu meningkatkan kembali produktivitas lahan pertanian yang sempat terganggu akibat bencana.


Dorong Ketahanan Pangan dan Kurangi Risiko Bencana


Program rehabilitasi ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemko Padang dalam memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana di masa mendatang.


Melalui rekonstruksi permanen, pemerintah berharap jaringan irigasi yang dibangun nantinya memiliki daya tahan lebih baik terhadap cuaca ekstrem maupun peningkatan debit air saat musim hujan.


Langkah cepat yang dilakukan Wali Kota Fadly Amran bersama jajaran Dinas PUPR ini pun mendapat perhatian masyarakat karena dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar petani dan kawasan produktif di Kota Padang.


Dengan dimulainya pengerjaan fisik pada Juli mendatang, masyarakat kini menaruh harapan besar agar infrastruktur irigasi yang selama ini rusak dapat segera kembali normal dan mampu menopang aktivitas pertanian secara berkelanjutan.


(Mond)


#Padang #Infrastruktur #Daerah

×
Berita Terbaru Update