Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Balik Seragam dan Jalan Raya: Cara Dirlantas Sumbar Memaknai Hari Buruh

01 May 2026 | May 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T06:22:13Z

Di Balik Seragam dan Jalan Raya: Cara Dirlantas Sumbar Memaknai Hari Buruh



D'On, Padang - Deru kendaraan pagi itu tak seperti biasanya. Di sejumlah ruas jalan utama Sumatera Barat, para pengendara melambat sejenak—bukan karena macet, melainkan karena spanduk-spanduk ucapan yang terpasang rapi di sepanjang jalan. Kalimatnya sederhana, namun mengena: terima kasih untuk para pekerja, tulang punggung pembangunan.


Momentum Hari Buruh Internasional tahun ini terasa berbeda. Bukan hanya di ruang-ruang seremonial, tetapi juga hadir di jalanan tempat denyut kehidupan para pekerja paling terasa. Dari balik seragamnya, H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dan Yudho Huntoro memilih cara yang lebih dekat dengan realitas: menyapa langsung para pekerja di jalur yang setiap hari mereka lintasi.


Bagi banyak orang, jalan raya hanyalah penghubung. Namun bagi para buruh.dari sopir angkutan, kurir, hingga pekerja pabrik jalan adalah bagian dari perjuangan. Di sanalah waktu, tenaga, dan harapan dipertaruhkan setiap hari.


“Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi para pekerja,” demikian pesan yang disampaikan. Kalimat itu mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi mereka yang setiap hari bergulat dengan rutinitas panjang, pengakuan seperti ini punya arti lebih dalam dari sekadar kata-kata.


Di balik pesan itu, tersimpan kesadaran: pembangunan bukan hanya soal angka dan proyek besar. Ia berdiri di atas keringat banyak orang dari sawah, pabrik, hingga jalan raya. Para pekerja, dalam segala bentuk profesinya, adalah fondasi yang sering luput dari sorotan.


Reza menilai, Hari Buruh seharusnya bukan hanya menjadi agenda tahunan, melainkan momen refleksi bersama. Bahwa setiap kemajuan yang dirasakan hari ini tidak lahir begitu saja. Ada kerja keras yang kadang tak terlihat, ada pengorbanan yang jarang dihitung.


Sementara itu, Yudho melihat peran kepolisian lalu lintas dari sudut yang lebih membumi. Baginya, menjaga kelancaran jalan bukan sekadar tugas teknis, tetapi bagian dari memastikan para pekerja bisa menjalani aktivitasnya dengan aman.


“Setiap pekerja berhak pulang dengan selamat,” kira-kira itulah makna yang ingin ditegaskan.


Komitmen itu diwujudkan lewat langkah-langkah sederhana namun nyata: patroli di jam sibuk, pengaturan lalu lintas di titik rawan, hingga aksi kecil berbagi air minum dan makanan bagi pekerja di lapangan. Hal-hal yang mungkin tampak sepele, tetapi terasa langsung manfaatnya.


Di sisi lain, respons para pekerja pun tak kalah hangat. Bagi mereka, perhatian seperti ini menjadi penyemangat tersendiri. Di tengah tuntutan hidup yang tak ringan, pengakuan dan kepedulian menjadi energi tambahan untuk terus melangkah.


Hari itu, jalanan Sumatera Barat bukan sekadar lintasan kendaraan. Ia berubah menjadi ruang pertemuan antara aparat dan masyarakat, antara penghargaan dan pengabdian.


Dan mungkin, di situlah makna sesungguhnya dari Hari Buruh: bukan hanya tentang tuntutan atau peringatan, tetapi tentang saling melihat, saling menghargai, dan menyadari bahwa setiap langkah kecil para pekerja adalah bagian dari perjalanan besar sebuah bangsa.


(Mond)


#HariBuruh #DirlantasPoldaSumbar

×
Berita Terbaru Update