Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TANGGUL BELUM SELESAI, SUDAH RUSAK! Geobag di Gurun Laweh – Banda Gadang Melorot, Robek, dan Goyang Warga “Cameh”, Banjir Susulan Mengintai

24 April 2026 | April 24, 2026 WIB Last Updated 2026-04-24T11:41:32Z

TANGGUL BELUM SELESAI, SUDAH RUSAK! Geobag di Gurun Laweh – Banda Gadang Melorot, Robek, dan Goyang  Warga “Cameh”, Banjir Susulan Mengintai



D'On, Padang - Sore itu, Kamis (23/4), langit memang tampak bersahabat. Cahaya merah di ufuk timur memancar indah, seolah menenangkan. Namun di balik ketenangan semu itu, ada kegelisahan yang tak kunjung reda di hati warga Gurun Laweh dan Banda Gadang.


Trauma banjir bandang dan longsor yang menghantam beberapa bulan lalu belum juga sirna. Luka itu masih segar. Ketakutan masih hidup. Dan kini, harapan yang sempat tumbuh perlahan kembali runtuh.


Tanggul geobag yang digadang-gadang menjadi benteng pertahanan dari ancaman banjir susulan, justru menunjukkan tanda-tanda kegagalan… bahkan sebelum selesai dikerjakan.


Belum Rampung, Sudah Amburadul


Alih-alih kokoh, kondisi tanggul geobag di sepanjang aliran sungai justru memprihatinkan. Sejumlah bagian terlihat melorot, robek, dan goyang. Struktur yang seharusnya menjadi pelindung, kini tampak rapuh dan tak meyakinkan.


Ironisnya, kerusakan ini terjadi saat debit air masih normal.


“Kalau sekarang saja sudah seperti ini, bagaimana kalau banjir besar datang lagi?” ujar Mirna, warga setempat, dengan nada cemas bercampur kecewa.


Menurutnya, di awal pengerjaan, susunan geobag terlihat rapi dan menjanjikan. Namun tak butuh waktu lama, kondisi berubah drastis. Beberapa bagian mulai bergeser, tertimbun pasir, bahkan robek.


Situasi ini memunculkan satu pertanyaan besar yang menghantui warga:
Apakah tanggul ini benar-benar dibangun untuk melindungi, atau sekadar formalitas proyek?


Harapan yang Nyaris Padam


Bagi warga, keberadaan tanggul ini sempat menjadi secercah harapan untuk kembali menata hidup. Namun kini, harapan itu berubah menjadi kekhawatiran baru.


Mereka belum sepenuhnya berani kembali ke rumah. Bukan tanpa alasan. Banjir bandang sebelumnya datang tanpa ampun menghancurkan rumah, sawah, ladang, hingga menyisakan trauma mendalam.


Dengan kondisi tanggul yang seperti ini, rasa aman justru makin menjauh.


Pihak Terkait Bungkam


Lebih memprihatinkan lagi, hingga kini tak ada penjelasan resmi dari pihak terkait. Proyek yang disebut-sebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya itu seolah berjalan tanpa transparansi.


Upaya konfirmasi yang telah dilakukan lengkap dengan dokumentasi kondisi di lapangan tak kunjung mendapat jawaban. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp hanya berakhir centang dua, tanpa balasan.


Diamnya pihak pelaksana justru menambah kecurigaan publik.


Jika Benteng Saja Rapuh, Warga Harus Bersandar ke Mana?


Kini warga hanya bisa waspada dan berharap. Namun harapan tanpa kepastian, hanya akan memperpanjang kecemasan.


Jika tanggul yang menjadi benteng terakhir saja sudah menunjukkan tanda-tanda kegagalan sejak dini, maka satu hal yang pasti:
ancaman banjir susulan bukan lagi sekadar bayang-bayang melainkan sesuatu yang tinggal menunggu waktu.


(Mond)


#Infrastruktur #PTNindyaKarya #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update