
Anggota DPRD Provinsi Sumbar Verry Mulyadi Berdiskusi Bersama IKW RI
D"On, Padang — Situasi darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat mendorong berbagai pihak bergerak cepat. Di tengah kondisi penuh tekanan ini, anggota DPRD Sumbar, Verry Mulyadi, menegaskan bahwa kecepatan respons di lapangan menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan masyarakat dan meminimalisir kerugian.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri audiensi dan silaturahmi bersama Ikatan Keluarga Wartawan di kawasan GOR H. Agus Salim, Kamis (2/4/2026).
Aksi Nyata di Atas Segalanya
Dalam situasi bencana, Verry menilai pendekatan konvensional yang sarat birokrasi tidak lagi relevan. Ia menyoroti pentingnya keberanian bertindak cepat demi menyelamatkan nyawa dan memulihkan kondisi masyarakat.
“Kami prinsipnya kerja dulu, action dulu. Dalam kondisi darurat, kita tidak bisa menunggu prosedur panjang sementara masyarakat butuh pertolongan segera,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap militansi para pekerja lapangan yang terus bergerak tanpa kenal waktu di tengah kondisi sulit.
Fokus Infrastruktur: Akses Harus Segera Pulih
Sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar yang membidangi pembangunan, Verry mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini terletak pada pemulihan infrastruktur, terutama di kawasan aliran sungai dan akses jalan lintas daerah.
Menurutnya, kerusakan infrastruktur tidak hanya berdampak pada mobilitas, tetapi juga melumpuhkan roda ekonomi masyarakat.
“Totalitas di lapangan harus dibarengi kebijakan yang kuat dan anggaran yang responsif. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat terlalu lama terisolasi,” ujarnya.
Ia berkomitmen mendorong Pemerintah Provinsi agar memprioritaskan anggaran rehabilitasi pascabencana demi mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi warga.
Peran Media: Mengawal dan Menyuarakan Fakta
Tak hanya pemerintah dan relawan, Verry juga menekankan pentingnya peran media dalam proses rekonstruksi. Ia meminta insan pers aktif mengawal kebijakan serta menyampaikan kondisi riil di lapangan agar tidak ada wilayah terdampak yang luput dari perhatian.
“Sinergi pekerja lapangan, pemerintah, dan media adalah kunci. Kami butuh media untuk memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
IKW: Media Harus Jadi Jembatan Solusi
Senada dengan hal itu, Dewan Pendiri Ikatan Keluarga Wartawan, Acil Sawir, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Verry terhadap kondisi Sumbar.
Ia menegaskan bahwa peran media tidak sekadar melaporkan bencana, tetapi juga menjadi jembatan solusi antara masyarakat dan pengambil kebijakan.
“Media punya tanggung jawab moral untuk memastikan suara dari lapangan sampai ke pengambil kebijakan. Apa yang disampaikan hari ini adalah bentuk transparansi yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Acil menambahkan, IKW akan terus mengawal sinergi ini agar tetap berada di jalur yang tepat demi kepentingan masyarakat luas.
Di tengah bencana, satu pesan menguat: kecepatan, kolaborasi, dan keberanian bertindak adalah kunci. Tanpa itu, pemulihan hanya akan menjadi wacana.
(Mond)
#SumateraBarat