
Menantang Maut Demi Sekolah: Potret Pilu Pendidikan di Pedalaman Pesisir Selatan
D'On, Pesisir Selatan - Sebuah video yang beredar luas di media sosial pada Kamis (2/4/2026) memperlihatkan pemandangan yang mengundang keprihatinan sekaligus menggugah hati. Sejumlah pelajar di Dusun Batu Biduak, Kampung Limau Gadang, Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, harus mempertaruhkan nyawa demi bisa bersekolah.
Dalam rekaman tersebut, terlihat para siswa menyeberangi sungai menggunakan alat seadanya berupa tali sling (katrol sederhana) dan papan kayu. Dengan tubuh bergelantungan di atas derasnya aliran sungai, mereka satu per satu meluncur menuju seberang, tanpa perlindungan memadai. Sedikit saja lengah, nyawa menjadi taruhannya.
Kondisi ini bukan sekadar aksi nekat, melainkan keterpaksaan. Minimnya akses infrastruktur, terutama jembatan penghubung, membuat pelajar tidak memiliki pilihan lain untuk mencapai sekolah mereka. Sungai yang menjadi penghalang utama justru berubah menjadi ancaman harian yang harus mereka hadapi.
Ironisnya, di tengah berbagai program pembangunan dan janji pemerataan pendidikan, masih ada anak-anak di Sumatera Barat yang harus berjuang sejauh ini hanya untuk mengenyam pendidikan dasar. Apa yang mereka lakukan seolah menjadi simbol ketimpangan bahwa akses pendidikan yang layak belum sepenuhnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Peristiwa ini juga menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan pihak terkait. Infrastruktur dasar seperti jembatan seharusnya menjadi prioritas, terlebih jika menyangkut keselamatan anak-anak. Tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut hak hidup dan hak mendapatkan pendidikan yang aman.
Masyarakat setempat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Pembangunan jembatan permanen dinilai sebagai solusi mendesak agar para pelajar tidak lagi harus “menantang maut” setiap hari.
Kisah dari Batu Biduak ini menjadi pengingat bahwa di balik semangat belajar anak-anak Indonesia, masih tersimpan berbagai keterbatasan yang membutuhkan aksi nyata. Pendidikan seharusnya membuka jalan masa depan, bukan justru menjadi perjalanan penuh risiko yang mengancam keselamatan.
(Mond)
#Pendidikan #SumateraBarat #Infrastruktur