-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SPPG Purwosari Tegaskan Isu Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Terkait MBG Adalah Hoaks

03 February 2026 | February 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T07:44:04Z

Para siswa berdoa sebelum menyantap makanan yang dipasok oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah dasar, Banda Aceh pada Kamis 30 Oktober 2025 (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)



D'On, KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari dengan tegas membantah informasi yang beredar luas di media sosial mengenai meninggalnya seorang siswi SMAN 2 Kudus yang disebut-sebut berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan menyesatkan.


Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menyatakan bahwa narasi yang mengaitkan wafatnya siswi bernama Rizza Meiliana Azzahara dengan program MBG merupakan hoaks yang tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan keresahan publik.

 

“Perlu kami sampaikan secara tegas bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara akibat Program MBG adalah tidak benar. Informasi tersebut murni hoaks,” ujar Nasihul Umam, Senin (2/2).


Riwayat Penyakit Sejak SMP


Nasihul mengungkapkan, almarhumah Rizza telah lama menderita kanker nasofaring, jauh sebelum Program MBG dilaksanakan. Penyakit serius tersebut telah diderita sejak Rizza masih duduk di kelas 8 SMP, sehingga membutuhkan penanganan medis intensif dan berkelanjutan.


Selama beberapa tahun terakhir, Rizza menjalani kemoterapi rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang, yang secara signifikan membatasi aktivitasnya sebagai pelajar.

 

“Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama tercatat sebagai siswi SMAN 2 Kudus, ananda hanya sempat masuk sekolah menjelang pelaksanaan tes pada November lalu. Selebihnya fokus menjalani kemoterapi di RS Kariadi,” jelasnya.


Fakta Penting: Tidak Pernah Menerima MBG


Lebih lanjut, SPPG memastikan bahwa Rizza bukan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Sejak Januari 2025, yang bersangkutan tercatat tidak pernah hadir ke sekolah, sehingga secara sistem dan administrasi tidak terdaftar sebagai penerima paket MBG.

 

“Sejak Januari, yang bersangkutan belum pernah berangkat ke sekolah. Dengan demikian, otomatis tidak menerima paket MBG,” tegas Nasihul.


Pernyataan ini sekaligus mematahkan spekulasi yang menyebutkan adanya keterkaitan antara program pemerintah tersebut dengan kondisi kesehatan maupun meninggalnya almarhumah.


Peringatan Keras soal Disinformasi


SPPG Purwosari menilai penyebaran informasi keliru ini sangat disayangkan, karena tidak hanya mencederai fakta, tetapi juga menyangkut martabat almarhumah dan perasaan keluarga yang sedang berduka.


Nasihul mengimbau masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, serta selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terlebih jika menyangkut isu sensitif seperti kesehatan dan keselamatan peserta didik.

 

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Klarifikasi sangat penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan publik,” pungkasnya.


Dengan klarifikasi resmi ini, SPPG berharap polemik yang beredar dapat dihentikan, dan publik memperoleh gambaran utuh serta objektif terkait peristiwa yang sebenarnya.


(L6)


#KeracunanMBG #MakanBergiziGratis #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update