-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Skandal MBG di SMAN 2 Kudus: Guru Tumbang Lebih Dulu, Ratusan Siswa Keracunan, 118 Dirawat di Rumah Sakit

29 January 2026 | January 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T12:02:16Z

Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus.



D'On, Kudus - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin kesehatan dan kecukupan gizi justru berubah menjadi bencana kesehatan massal di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah. Hingga Kamis (29/1/2026), 118 siswa harus dilarikan dan dirawat di tujuh rumah sakit, sementara sekitar 600 siswa lainnya mengalami gejala keracunan namun terpaksa dirawat di rumah.


Ironisnya, guru dan tenaga kependidikan justru menjadi korban pertama, memunculkan dugaan kuat bahwa makanan yang dibagikan sejak awal tidak layak konsumsi.


Gejala Muncul Cepat, Dugaan Keracunan Menguat


Makanan MBG dari SPPG Purwosari tiba di sekolah sekitar pukul 11.15 WIB, lalu dibagikan kepada siswa dan guru pada 11.45 WIB. Hanya berselang beberapa jam, keluhan mulai bermunculan.


Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, secara terbuka mengakui bahwa tanda-tanda awal keracunan justru dialami oleh para guru.

 

“Keluhan pertama muncul dari guru, berupa sakit perut dan diare. Setelah itu, siswa menyusul dengan keluhan mual, pusing, dan diare,” ungkapnya.


Fakta ini memunculkan pertanyaan serius: mengapa makanan yang telah menunjukkan dampak buruk tetap dibagikan ke ratusan siswa? Apakah tidak ada uji kelayakan atau pengawasan sebelum distribusi?


Rumah Sakit Penuh, Sekolah Lumpuh


Lonjakan korban membuat fasilitas kesehatan di Kudus bekerja ekstra. Para siswa dirawat di tujuh rumah sakit berbeda, dengan RSUD Loekmono Hadi Kudus menjadi rujukan terbanyak.


Sementara itu, kondisi di sekolah disebut sempat kacau. Siswa muntah dan mengeluh sakit hampir bersamaan di banyak kelas.

 

“Ada kelas yang melaporkan 35 siswa sakit, ada yang 20, ada yang 17. Situasi cepat sekali memburuk,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan, Dwiyana.


Sekolah akhirnya mengakui tidak sanggup menangani kondisi darurat tersebut dan meminta bantuan puskesmas serta ambulans.


600 Siswa Sakit, Tapi Tidak Semua Tercatat


Yang lebih mengkhawatirkan, dari 1.178 siswa, sekitar 600 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan. Namun hanya 118 yang dirawat di rumah sakit. Sisanya memilih bertahan di rumah, baik karena kondisi ekonomi, keterbatasan fasilitas, maupun anggapan gejala “masih ringan”.


Situasi ini membuka potensi angka korban yang jauh lebih besar dari data resmi.


Menu Disorot, Pengelola Dapur Dipanggil


Menu MBG hari itu berupa soto ayam suwir, tempe, dan tauge menu sederhana namun berisiko tinggi jika pengolahan dan penyimpanannya tidak memenuhi standar sanitasi.


Pihak sekolah akhirnya memanggil perwakilan SPPG Purwosari, dapur penyedia MBG, untuk dimintai klarifikasi. Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka mengenai:

  • Proses memasak
  • Standar kebersihan dapur
  • Lama penyimpanan makanan
  • Pengawasan distribusi


Pertanyaan Besar: Di Mana Pengawasan Negara?


Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan program MBG. Dengan skala distribusi besar dan menyasar anak-anak sekolah, satu kelalaian kecil bisa berubah menjadi krisis kesehatan massal.


Publik kini mempertanyakan:

  • Apakah dapur MBG benar-benar diaudit rutin?
  • Siapa yang bertanggung jawab atas ratusan siswa yang jatuh sakit?
  • Apakah ada sanksi tegas atau justru kasus ini akan berlalu tanpa kejelasan?


Bukan Sekadar Insiden, Ini Alarm Bahaya


Keracunan massal di SMAN 2 Kudus bukan sekadar insiden biasa. Ini adalah alarm keras bahwa program sebesar MBG tidak boleh dijalankan dengan pendekatan asal jalan.


Ketika makanan yang diklaim “bergizi” justru mengirim ratusan siswa ke ranjang rumah sakit, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi program tetapi keselamatan generasi muda.


Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Namun satu hal sudah jelas: kepercayaan publik telah tercemar, dan kasus ini menuntut jawaban, tanggung jawab, serta evaluasi menyeluruh.bukan sekadar klarifikasi normatif.


(L6)


#Peristiwa #KeracunanMBG #Daerah #Kudus #MakanBergiziGratis 

×
Berita Terbaru Update