-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Kandang Sapi hingga Sensor Cerdas: Kiprah Mahasiswa KKN UNAND 2026 di KWT Mama Ceria Pakandangan

29 January 2026 | January 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T12:27:54Z




D'On, Pakandangan - Di sebuah sudut Nagari Pakandangan, aroma khas kandang sapi berpadu dengan semangat belajar para peternak perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria. Minggu pagi, 18 Januari 2026, suasana peternakan yang biasanya diisi rutinitas memberi pakan dan membersihkan kandang tampak berbeda. Hari itu, kandang menjadi ruang belajar bersama.


Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) Tahun 2026 hadir membawa misi sederhana namun bermakna: berbagi pengetahuan demi meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan peternakan sapi skala kecil. Sebanyak 10 orang anggota KWT Mama Ceria mengikuti kegiatan penyuluhan peternakan yang dirancang tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kondisi peternak setempat.


Program kerja ini digagas dan dilaksanakan oleh Muhammad Agung Maulana, Yundra Rizadi, Latifa Dwiwa Felicha, Miftahul Jannah, dan Najwa Adhian Khairunnisa dengan mengusung tema
“Edukasi Terpadu terhadap Pengelolaan Peternakan Sapi Skala Kecil untuk Meningkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan.”


Mengurai Masalah Produktivitas dari Akar


Penyuluhan diawali dengan pembahasan mengenai produktivitas ternak sapi, sebuah konsep yang kerap terdengar teknis, namun sesungguhnya sangat dekat dengan keseharian peternak. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari besar tubuh sapi, tetapi juga mencakup pertambahan bobot badan yang optimal, kondisi kesehatan ternak, serta efisiensi penggunaan pakan.


Dalam diskusi yang berlangsung santai, para peternak diajak mengidentifikasi berbagai penyebab rendahnya produktivitas ternak yang kerap terjadi di lapangan. Mulai dari pemberian pakan yang belum seimbang, kebersihan kandang yang kurang terjaga, hingga minimnya pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin. Contoh-contoh nyata disampaikan agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.


“Kadang sapi terlihat sehat, tapi sebenarnya pertumbuhannya tidak maksimal karena pakan dan kandang belum dikelola dengan baik,” ujar salah satu mahasiswa saat memantik diskusi. Para peserta pun aktif berbagi pengalaman, menjadikan sesi ini bukan sekadar penyampaian materi satu arah.


Waspada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)


Isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi salah satu topik utama yang mendapat perhatian serius. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa PMK merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya bagi hewan berkuku genap, termasuk sapi, dan dapat menurunkan produktivitas secara drastis jika tidak ditangani dengan tepat.


Para peternak dibekali pengetahuan mengenai gejala awal PMK, seperti luka pada mulut dan kuku, demam, hingga penurunan nafsu makan. Tidak berhenti di situ, mahasiswa juga memaparkan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, mulai dari vaksinasi, penerapan biosekuriti, manajemen pemeliharaan yang baik, hingga pengawasan lalu lintas ternak untuk mencegah penularan penyakit.


Edukasi ini menjadi penting, mengingat kesadaran dini peternak merupakan kunci dalam mencegah penyebaran PMK di tingkat lokal.


Peternak Sehat, Usaha Berkelanjutan


Menariknya, penyuluhan ini tidak hanya berfokus pada ternak, tetapi juga pada kesehatan mental peternak. Mahasiswa KKN menyoroti bahwa stres yang dialami peternak akibat beban kerja, masalah ekonomi, atau kondisi ternak dapat berdampak pada produktivitas usaha secara keseluruhan.


Peserta diberikan pemahaman mengenai penyebab dan dampak stres, serta cara-cara sederhana untuk mengelolanya, seperti pengaturan waktu kerja, berbagi tugas, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat. Pendekatan ini mendapat respons positif, karena jarang dibahas dalam kegiatan penyuluhan peternakan pada umumnya.


Sentuhan Teknologi di Kandang Sapi


Sebagai penutup, mahasiswa KKN memperkenalkan pemanfaatan alat sederhana berbasis sensor, seperti sensor cahaya dan sensor suhu, yang dapat membantu peternak dalam mengelola kandang secara lebih efisien. Teknologi ini diharapkan mampu membantu peternak memantau kondisi lingkungan kandang sehingga ternak tetap berada dalam kondisi optimal.


Meski sederhana, pengenalan teknologi ini membuka wawasan baru bagi peternak bahwa inovasi dapat diterapkan secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.


Langkah Kecil, Dampak Nyata


Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif, anggota KWT Mama Ceria memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai pengelolaan peternakan sapi yang baik dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan produktivitas ternak, pencegahan PMK, hingga pentingnya menjaga kesehatan peternak itu sendiri.


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa KKN UNAND 2026 tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dari kandang sapi di Nagari Pakandangan, lahir harapan baru akan peternakan sapi skala kecil yang lebih produktif, sehat, dan berkelanjutan.


(Najwa)


#UniversitasAndalas #Pendidikan

×
Berita Terbaru Update