
Pasukan TNI Temukan 2 Korban Pesawat ATR di Gunung Bulusaruang
D'On, Pangkep – Medan ekstrem pegunungan, hutan lebat, serta cuaca yang berubah cepat tidak menyurutkan langkah prajurit TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan. Pasukan TNI dari Kodam XIV/Hasanuddin bersama Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dimulai sejak Senin (19/1/2026), setelah pesawat dilaporkan jatuh di wilayah pegunungan yang dikenal memiliki kontur curam dan sulit dijangkau. Proses pencarian berlangsung penuh tantangan, mengingat lokasi berada di kawasan hutan lindung dengan jalur ekstrem, jurang curam, serta minim akses komunikasi.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Agung Saptoadi, menjelaskan bahwa prajurit TNI AD yang tergabung dalam Tim SAR gabungan bersama unsur Basarnas, Polri, dan masyarakat setempat melakukan penyisiran intensif secara manual.
“Prajurit TNI AD yang tergabung dalam Tim SAR gabungan dan masyarakat berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki,” ujar Kolonel Agung, Selasa (20/1/2026).
Menurut Agung, proses penemuan korban pertama dilakukan melalui penyisiran jalur-jalur ekstrem yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, memanjat tebing, serta menembus vegetasi hutan yang sangat rapat. Seluruh personel tetap mengutamakan faktor keselamatan, mengingat risiko longsor dan cuaca buruk yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Memasuki hari kedua pencarian, upaya Tim SAR kembali membuahkan hasil. Satu korban lainnya yang berjenis kelamin perempuan berhasil ditemukan di area berbeda di kawasan Gunung Bulusaraung.
“Tim SAR Kodam XIV/Hasanuddin bersama Tim SAR gabungan dan masyarakat kembali menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan saat memasuki hari kedua pencarian,” ungkap Agung.
Penemuan korban kedua ini merupakan hasil dari penyisiran lanjutan yang dilakukan secara lebih intensif di medan yang lebih terjal dan rawan, termasuk area tebing curam dan lereng sempit yang berpotensi membahayakan personel.
Setelah ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi dengan prosedur ketat. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap, menggunakan peralatan khusus dan kerja sama antarunsur, mengingat keterbatasan akses kendaraan serta kondisi geografis yang tidak memungkinkan penggunaan alat berat.
Keberhasilan operasi ini, kata Agung, mencerminkan komitmen dan kesiapsiagaan TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan, khususnya pada situasi darurat dengan tingkat kesulitan tinggi.
“Melalui disiplin, profesionalisme, serta sinergi lintas unsur, TNI terus berperan aktif mendukung operasi pencarian dan pertolongan di wilayah dengan medan berat dan berisiko tinggi,” tutupnya.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan seluruh proses evakuasi dan penanganan pascakecelakaan berjalan optimal. Operasi ini sekaligus menjadi bukti nyata dedikasi TNI dan seluruh unsur terkait dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di tengah keterbatasan medan dan kondisi alam yang ekstrem.
(Okz)
#TNI #Peristiwa #PesawatHilangKontak