
Kemensos Gelontor Bantuan Untuk Korban Banjir Kabupaten Agam
D'On, Agam — Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menyalurkan santunan uang duka senilai Rp2,92 miliar kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada akhir November 2025 lalu. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan perhatian kepada masyarakat yang terdampak musibah.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis di Aula Kantor Bupati Agam, Kamis (15/1). Santunan diserahkan oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, bersama Ketua Kelompok Kerja Pemulihan Kemensos RI, Hijrah Manfaluty, disaksikan unsur pemerintah daerah dan para ahli waris korban.
Hijrah Manfaluty menjelaskan, setiap korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp15 juta yang diberikan langsung kepada ahli waris. Selain uang duka, para keluarga korban juga menerima paket bantuan kebutuhan pokok guna membantu memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
“Total santunan yang kami salurkan mencapai Rp2,92 miliar dan diberikan kepada 123 ahli waris dari 195 korban meninggal dunia akibat bencana alam di Kabupaten Agam,” ujar Hijrah.
Ia menegaskan, santunan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat dan bencana.
“Ini adalah bentuk kehadiran negara. Kami berharap santunan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan serta menjadi stimulus untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari atau modal awal untuk kembali berusaha,” katanya.
Hijrah juga mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, mengingat kondisi geografis Kabupaten Agam yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi maupun geologi.
“Kita berharap musibah serupa tidak kembali terjadi. Namun kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana,” imbuhnya.
Selain santunan uang duka, Kemensos RI sebelumnya juga telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan tanggap darurat, di antaranya beras reguler, paket logistik, serta mengoperasikan 10 unit dapur umum untuk memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi selama masa darurat.
Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian besar yang diberikan Kemensos RI kepada masyarakat Agam yang tengah berduka.
“Kita sangat bersyukur atas kehadiran Kemensos yang secara langsung menyalurkan santunan kepada ahli waris korban bencana. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Iqbal menambahkan, bantuan dan santunan yang diberikan menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap daerah-daerah yang tertimpa musibah.
“Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Agam tidak sendiri. Pemerintah pusat terus hadir dan memberikan dukungan dalam penanganan bencana serta proses pemulihan pascabencana,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam telah menyampaikan seluruh data kerusakan akibat bencana kepada pemerintah pusat sebagai dasar penanganan dan pemulihan lanjutan.
“Data tersebut mencakup kerusakan areal persawahan, rumah warga, fasilitas umum, serta sektor-sektor lainnya yang terdampak,” jelasnya.
Diketahui, 195 korban meninggal dunia akibat bencana tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Palembayan, Tanjung Raya, Palupuah, Lubuk Basung, Ampek Nagari, Malalak, dan Matur. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus berupaya melakukan pemulihan secara bertahap agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
(Mond)
#Kemensos #SumateraBarat