Dirgantaraonline - Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu kejadian paling agung dalam sejarah Islam. Ia bukan sekadar perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW, melainkan perjalanan ruhani yang sarat dengan mukjizat, pelajaran akidah, serta fondasi utama ibadah shalat bagi umat Islam. Peristiwa ini menjadi bukti kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas, sekaligus penghibur bagi Rasulullah SAW di masa-masa paling berat dalam dakwahnya.
Pengertian Isra dan Mikraj
Secara bahasa dan istilah:
- Isra berarti perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina).
- Mikraj berarti kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di langit tertinggi untuk menerima perintah shalat langsung dari Allah SWT.
Peristiwa ini terjadi dalam satu malam, atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT, bukan mimpi, melainkan perjalanan nyata yang menjadi mukjizat besar Rasulullah SAW.
Dalil Al-Qur’an tentang Isra Mikraj
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
Surah Al-Isra Ayat 1
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya:
"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini menegaskan bahwa Isra Mikraj adalah kehendak langsung Allah SWT, bukan rekayasa manusia.
Latar Belakang Terjadinya Isra Mikraj
Isra Mikraj terjadi setelah Rasulullah SAW mengalami masa paling berat dalam hidupnya, yang dikenal sebagai ‘Amul Huzn (Tahun Kesedihan), di mana:
- Wafatnya Sayyidah Khadijah RA, istri tercinta dan pendukung utama dakwah.
- Wafatnya Abu Thalib, paman yang melindungi Nabi dari gangguan Quraisy.
- Penolakan dan perlakuan kasar dari penduduk Thaif.
Dalam kondisi duka dan tekanan inilah, Allah SWT mengangkat derajat Rasulullah SAW melalui Isra Mikraj sebagai penghiburan dan penguatan iman.
Perjalanan Isra: Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa
Pada malam Isra, Rasulullah SAW ditemani Malaikat Jibril AS dan menaiki makhluk istimewa bernama Buraq—kendaraan putih yang bergerak sangat cepat.
Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW singgah di beberapa tempat bersejarah, seperti:
- Madinah
- Bukit Sinai
- Betlehem (tempat kelahiran Nabi Isa AS)
Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi para nabi dan rasul terdahulu, menandakan bahwa beliau adalah penutup dan pemimpin para nabi.
Perjalanan Mikraj: Menembus Tujuh Langit
Dari Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW naik ke langit:
- Langit Pertama: Bertemu Nabi Adam AS
- Langit Kedua: Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
- Langit Ketiga: Nabi Yusuf AS
- Langit Keempat: Nabi Idris AS
- Langit Kelima: Nabi Harun AS
- Langit Keenam: Nabi Musa AS
- Langit Ketujuh: Nabi Ibrahim AS
Hingga akhirnya Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak bisa dilalui makhluk lain, bahkan Malaikat Jibril AS.
Perintah Shalat: Hadiah Terbesar Isra Mikraj
Di Sidratul Muntaha, Allah SWT mewajibkan shalat:
Awalnya 50 kali sehari semalam, kemudian diringankan menjadi 5 waktu shalat, namun pahalanya tetap setara 50 shalat.
Hal ini menunjukkan betapa agung dan pentingnya shalat dalam Islam.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Artinya:
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa: 103)
Hikmah dan Pelajaran Isra Mikraj
Beberapa hikmah penting dari Isra Mikraj:
- Shalat adalah tiang agama, penghubung langsung hamba dengan Allah.
- Kesabaran dalam ujian akan berbuah kemuliaan.
- Iman sejati tidak selalu bergantung pada logika, tetapi keyakinan kepada Allah.
- Persatuan umat Islam, simbol Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.
- Keutamaan Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir dan pemimpin para rasul.
Relevansi Isra Mikraj bagi Kehidupan Muslim
Isra Mikraj bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum introspeksi diri:
- Apakah shalat kita sudah khusyuk?
- Apakah iman kita masih teguh di tengah ujian?
- Apakah kita meneladani akhlak Rasulullah SAW?
Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW adalah bukti nyata kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Rasul-Nya. Ia mengajarkan bahwa di balik kesedihan ada kemuliaan, dan di balik ketaatan terdapat pertolongan Allah.
Semoga dengan memahami Isra Mikraj secara mendalam, iman kita semakin kuat, shalat kita semakin terjaga, dan cinta kita kepada Rasulullah SAW semakin bertambah.
اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
Aamiin.
(*)
#Religi #IsraMikraj #Islami
