-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ibu Muda Tewas Ditikam 20 Kali oleh Putrinya Usia 12 Tahun, Warga Terpukul dan Tak Percaya

11 December 2025 | December 11, 2025 WIB Last Updated 2025-12-11T12:26:11Z

Pembunuhan Ibu oleh Anak Kandung di Medan

D'On, Medan
— Subuh yang biasanya tenang di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, berubah menjadi momen paling kelam pada Rabu (10/12/2025). Seorang ibu rumah tangga, Faizah Soraya (42), ditemukan tewas bersimbah darah di kamar tidurnya. Lebih mengejutkan lagi, pelaku pembunuhan keji itu adalah putri kandungnya sendiri, A (12), siswi kelas VII SMP.

Peristiwa ini membuat warga satu lingkungan syok. Banyak yang masih tak percaya seorang anak yang dikenal ramah dan penurut itu mampu melakukan tindakan brutal yang merenggut nyawa ibunya sendiri.

Penemuan Mencekam: Tubuh Tertelungkup dengan 20 Luka Tusuk

Kepala Lingkungan V, Tono, menjadi orang pertama yang datang ke lokasi setelah menerima laporan adanya keributan dari warga sekitar sekitar pukul 04.40 WIB.

“Saya lihat ambulans RS Colombia Asia sudah di depan rumah. Petugas medis keluar dari kamar sambil bilang, ‘Korban sudah tiada’,” ujarnya.

Saat itu, suami korban, Alham, hanya bisa terduduk lemas di samping tubuh istrinya yang sudah tak bernyawa. Ia gagal menahan tangis melihat kondisi Faizah yang mengenaskan.

Awalnya, Tono hanya melihat luka di bagian lengan korban. Namun, saat polisi tiba dan melakukan pemeriksaan lebih mendalam, fakta yang jauh lebih brutal terungkap.

“Korban mengalami 20 luka tusukan,” ujar Tono, menggambarkan kekejaman yang terjadi di dalam kamar sempit itu.

Pisau dapur yang diduga menjadi alat pembunuhan ditemukan tak jauh dari tubuh korban.

Cekcok Malam Sebelumnya, Keluarga Dikenal Harmonis

Dari keterangan para saksi, tragedi ini dipicu oleh pertengkaran kecil antara ibu dan anak pada malam sebelumnya. Faizah sempat memarahi putrinya A karena suatu hal yang belum diungkapkan kepolisian.

Namun, warga menegaskan bahwa keluarga kecil ini dikenal sangat rukun dan harmonis.

“Akrab kali mereka itu. Ibunya sayang betul sama anak-anaknya. Setiap pagi selalu antar si A ke depan, pesankan Grab biar anaknya aman ke sekolah,” kata Tono.

Tidak ada yang menyangka bahwa remaja yang dianggap manis, sopan, dan pendiam itu mampu melakukan tindakan ekstrem hingga menghabisi nyawa ibunya sendiri.

Rumah Sunyi, Garis Polisi Membentang, Kehangatan Keluarga Lenyap Seketika

Rumah yang biasanya dipenuhi aktivitas dua putri kecil kini hanya meninggalkan kesunyian yang menyayat hati. Garis polisi membentang di pintu rumah, menandai tempat kejadian yang telah menghancurkan satu keluarga utuh.

Ayah korban masih terpukul berat dan belum mampu memberikan keterangan panjang kepada penyidik. Sementara adik pelaku hanya bisa menangis saat melihat mobil jenazah membawa kepergian ibunya untuk selamanya.

Penyelidikan Motif: Polisi Dalami Potensi Tekanan Psikologis

Kasus ini kini ditangani secara khusus oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan. Polisi memastikan bahwa pendalaman motif menjadi fokus utama penyidikan.

Untuk motif sedang dilakukan pendalaman,” kata AKBP Bayu Putro Wijayanto, Kepala Satreskrim Polrestabes Medan, Kamis (11/12/2025).

Melihat usia pelaku yang baru 12 tahun, polisi menekankan bahwa proses hukum akan mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak, yang mengharuskan penanganan berbeda dengan pelaku dewasa.

Siswi SMP Itu Mendapat Pendampingan Psikologis dan Hukum

Pihak kepolisian memastikan A mendapat pendampingan lengkap dari:

  • Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk,
  • Petugas psikolog anak.

“Iya benar, pelaku sudah mendapat pendampingan dari pihak terkait,” ujar Kasat Reskrim.

Pendampingan dilakukan untuk menilai kondisi mental sang anak, termasuk kemungkinan trauma, tekanan emosional, atau faktor lain yang memicu tindakan ekstrem ini.

Warga Masih Tak Percaya, Motif Dinantikan Publik

Hingga kini, warga sekitar masih diliputi tanda tanya besar.

Bagaimana mungkin anak berusia 12 tahun, yang selama ini dikenal manis, bisa melakukan pembunuhan begitu brutal dengan 20 tusukan?

Keluarga dekat pun belum memberi keterangan lengkap. Publik kini menunggu hasil pendalaman polisi terkait kemungkinan:

  • gangguan psikologis,
  • tekanan keluarga,
  • trauma yang tidak pernah diceritakan, atau
  • pemicu lain yang belum terungkap.

Sementara itu, jenazah Faizah telah dimakamkan dengan suasana haru. A, sang anak, harus menjalani pemeriksaan panjang untuk mengungkap kebenaran dari tragedi paling mengejutkan di akhir tahun ini.

(L6)

#Kriminal #Pembunuhan

×
Berita Terbaru Update