Breaking News

Dampak Bencana Banjir di Padang: Petani Terpaksa Menelan Kerugian Gagal Panen

Ilustrasi sawah

D'On, Padang (Sumbar),-
Akibat banjir yang melanda wilayah Padang pada tanggal 7 Maret lalu, para petani di daerah tersebut menghadapi musibah serius dengan kegagalan panen yang merata. Dalam laporan resmi dari Dinas Pertanian Kota Padang, tercatat bahwa sekitar 10,34 hektar lahan pertanian di kota tersebut terdampak langsung oleh banjir tersebut. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini, menggambarkan kerugian yang dialami oleh para petani setempat.

"Ada 10,34 hektare lahan pertanian yang terkena banjir, tentu kita sangat menyayangkan kondisi ini," sebut Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani.

Pengaruh banjir ini terutama dirasakan di lahan sawah, di mana tanaman padi yang hampir siap panen harus menghadapi nasib gagal panen. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Koto Tangah, di mana luas lahan persawahan yang terdampak cukup signifikan. Tidak hanya padi, tetapi kebun terong, semangka, dan cabai juga terkena dampak yang serius akibat banjir tersebut.

Estimasi kerugian material akibat bencana alam ini mencapai angka yang signifikan, mencapai Rp74.325.000,-. Keadaan ini menandakan dampak sosial dan ekonomi yang serius bagi para petani di wilayah Padang, serta menyoroti kebutuhan akan upaya pemulihan dan perlindungan lebih lanjut terhadap sektor pertanian setempat di masa depan.

(*)

#BanjirPadang #GagalPanen #Padang #Pertanian